Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SENYUM SINIS MANDALIKA
Metamorfosa Mandalika

SENYUM SINIS MANDALIKA

Ampenan adalah kota tua di Lombok yang seperti album foto lama: ada, tapi jarang dibuka. Bangunan kolonial berdiri dengan cat mengelupas, seolah sedang ikut lomba siapa paling setia pada masa lalu. Wisatawan datang, berfoto, lalu pulang sambil berkata, “Vintage sekali,” tanpa tahu bahwa “vintage” di sini artinya nyaris terlupakan.

Di sebuah sudut Ampenan, patung Putri Mandalika berdiri anggun. Senyumnya tenang, tapi kalau diperhatikan lebih lama, tampak ada sinis tipis di sudut bibirnya. “Aku tidak pernah menyerah pada keadaan,” bisik Mandalika, entah kepada ombak atau kepada baliho iklan hotel yang berdiri sok gagah di belakangnya.

Mandalika heran. Dahulu ia mengorbankan diri demi persatuan, kini manusia berkorban demi diskon dan konten. Namun, ia tetap optimis. “Masyarakat Sasak itu kuat,” katanya, sambil melirik Lalu dan Baiq yang masih setia menjaga tradisi, meski kadang harus bertarung dengan notifikasi ponsel dan jadwal konser.

Di kampung, para tetua bicara tentang sinergi. Anak muda bicara tentang kolaborasi. Isinya sama, bungkusnya beda. Yang satu di berugak, yang lain di kafe ber-AC. Tapi tujuannya serupa: menjaga warisan agar tidak sekadar jadi latar swafoto.

Bumi Gora, tanah yang katanya keras tapi berhati lembut, kini sibuk berdandan. Jalan diperlebar, gedung ditinggikan, tapi perempuan-perempuan Sasak tetap melangkah anggun dengan tenun dan senyum. Feminin bukan berarti rapuh, kata mereka, hanya tidak berisik.

Mandalika kembali tersenyum. Kali ini bukan sinis, melainkan geli. Modernisasi boleh datang membawa janji, asal jangan lupa pulang. Sebab kota tua, legenda lama, dan perempuan yang setia pada nilai—itulah yang diam-diam menjaga Lombok tetap hidup, meski catnya kadang mengelupas.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post