SRI TANJUNG TERHARU
Bumi Blambangan menggeliat seperti gadis remaja yang baru belajar berdandan. Jalan desa diaspal halus, gapura dicat warna-warni, dan baliho pariwisata berdiri anggun menyambut wisatawan. Blambangan kini menjadi Banyuwangi. Dia sudah pandai bersolek. Ekonomi bertumbuh, senyum merekah di wajah banyak orang. Namun di balik riuh itu, Ibu Sri Tanjung terpaku di atas sana. Matanya sayu, menatap lalu-lalang jebeng dan tulik yang sibuk dengan gawai, asing pada cerita tanah tempat mereka berpijak.
Ibu Sri Tanjung bukan sekadar legenda. Ia adalah simbol kesetiaan, ketekunan, dan kejujuran yang dulu menjadi napas Blambangan. Dalam diamnya, ia mengingat masa ketika anak-anak muda belajar menanam, menuai, dan menjaga janji. Kini, adat istiadat hanya dijaga oleh norma dan lembaran aturan, sementara kaum muda entah ke mana—mengejar cepatnya zaman, lupa pelan-pelan nilai.
Suatu sore, hujan turun lirih. Air mata Ibu Sri Tanjung jatuh bersamaan, membasahi tanah. Seorang pemuda bernama Jaya, melihat jebeng desa yang baru pulang dari kota. Ia berhenti. Ada getar yang tak ia mengerti. Jaya teringat ibunya yang selalu berkata: kemajuan tanpa karakter hanyalah kilau sesaat.
Keesokan hari, Jaya mengajak kawan-kawannya berkumpul. Jebeng dan thulik membaur. Mereka mulai mendengar cerita, belajar sejarah Blambangan, ikut menjaga ritual, dan mengemasnya dengan cara baru—bukan menghapus, melainkan merawat. Pariwisata tetap bersolek, budaya dan tradisi dijaga, ekonomi terus tumbuh, namun berakar pada nilai leluhur, Ibu Sri Tanjung.
Perlahan, senyum Ibu Sri Tanjung kembali. Tangis harunya berubah menjadi doa. Ia tahu, karakter ibu memang dipertaruhkan, tetapi belum kalah. Di tangan muda yang mau belajar, kemajuan dan kearifan bisa berjalan seiring.**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
