Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BALADA TUSUK GIGI
Hal remeh kadang sangat penting

BALADA TUSUK GIGI

Ada cerita lucu tentang tusuk gigi. Benda kecil, kurus, pendiam, tapi kariernya internasional. Di restoran mahal, ia berdiri tegak di gelas kristal, seolah lulusan sekolah protokol. Di warung teras, ia hanya potongan sapu lidi yang dipatahkan dengan teknik “kira-kira”.

Suatu hari di sebuah rumah makan, seorang wanita muda selesai makan. Tanpa sadar, jari kelingkingnya langsung siaga, seperti petugas kebersihan dadakan.

“Yang, tutupi ketika itu …” bisik lelaki di sebelahnya sambil menggeser tisu, setengah panik setengah sayang etika.

Di atas meja, sekotak tusuk gigi memperhatikan dengan bangga. Akhirnya aku dibutuhkan juga, pikirnya—kalau saja tusuk gigi bisa berpikir.

Seorang pemuda di meja seberang mengambil tiga batang sekaligus.

“Mau bikin miniatur jembatan?” tanya teman di sebelahnya.

“Mau bersihin gigi, tol##x. Biar cepat, sistem borongan.”

Teman yang lain tertawa. “Tusuk gigi itu bukan cangkul. Satu saja cukup. Pelan-pelan.”

Tusuk gigi memang penting, apalagi bagi orang yang susunan giginya suka “diskusi kelompok”. Sisa makanan yang bersembunyi bisa memicu bau mulut dan masalah gusi. Tapi cara pakainya juga ada ilmunya: jangan terlalu keras, jangan sambil ngobrol lebar, dan jangan dipakai ulang seperti sikat gigi.

Seorang pelayan datang memberi catatan kecil di meja: “Gunakan tusuk gigi dengan sopan. Lebih baik ke toilet atau tutup mulut dengan tisu.”

Tusuk gigi tersenyum dalam diam. Selama ini ia sering disalahgunakan—buat membersihkan daki kuku, mengorek tombol, bahkan jadi penunjuk presentasi darurat.

Padahal misinya sederhana: membersihkan yang terselip, bukan dipamerkan.

Hidup kadang seperti sela gigi—masalah kecil tersembunyi bisa bikin tidak nyaman. Solusinya juga sering kecil dan sederhana. Asal digunakan dengan tepat, waktu yang pas, dan cara yang sopan.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post