Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BUKAN TENTANG AKU
Kita lebih kuat ketimbang hanya aku

BUKAN TENTANG AKU

Kali ini, izinkan aku bermain-main dengan kata aku. Tenang, ini bukan curhat. Atau mungkin sedikit.

Aku—kata yang ringan, lincah, mudah meluncur dari lidah. Ia akrab, hangat, seperti duduk tanpa protokol. Namun diam-diam, aku juga bisa menjadi panggung kecil tempat ego bertepuk tangan. Semua dimulai dari aku, berpusat pada aku, dan—tanpa sadar—berakhir untuk aku.

Dalam tulisan ilmiah, aku sering dianggap tidak baku. Terlalu personal, terlalu jujur mengaku diri. Maka ia disamarkan menjadi “penulis berpendapat” atau “penelitian ini menyimpulkan.” Seolah-olah jarak membuat pikiran lebih objektif. Padahal tetap saja, di balik kalimat formal itu, ada aku yang ingin diakui.

Dalam pergaulan, aku lebih santai daripada saya yang terasa resmi. Aku itu kaos oblong; saya itu jas rapi. Keduanya tidak salah. Yang sering keliru adalah ketika aku berubah menjadi pusat tata surya, sementara yang lain hanya satelit.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi”—setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Artinya sederhana tapi menohok: hidup ini bukan hanya tentang aku, melainkan tentang amanah yang melekat pada diri. Bahkan terhadap diri sendiri, kita tetap pemimpin yang akan ditanya.

Sarkasnya begini: kita gemar berkata, “Ini bukan tentang aku,” tetapi kalimat itu sendiri tetap diawali aku. Kita ingin terlihat rendah hati, namun tetap menyelipkan diri sebagai tokoh utama. Padahal kepemimpinan sejati justru lahir ketika aku tahu kapan harus mundur dan memberi ruang bagi kita.

Barangkali masalahnya bukan pada kata aku, melainkan pada selera untuk selalu jadi pusat. Jika semua orang sibuk menjadi pusat, siapa yang mau menjadi penopang?

Maka sebelum menyebut aku terlalu lantang, ingatlah: setiap aku memikul tanggung jawab. Dan dunia bukan monolog panjang yang menunggu tepuk tangan pribadi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post