Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DARI MBG, KAMI BELAJAR
Ompreng MBG dan Kami

DARI MBG, KAMI BELAJAR

Sejak MBG rutin hadir, suasana sekolah berubah seperti jam makan di kapal pesiar—bedanya, nahkoda tetap guru piket dan lautnya kuah sayur. Anak-anak berbaris rapi, bahkan lebih rapi daripada antre sandi WiFi sekolah.

Awal program dulu heboh. Guru cek menu, cek jumlah, cek ekspresi. Sekarang semua sudah seperti prosedur baku: ambil, bagikan, makan bersama, hitung ompreng, kembalikan. Kelas VII bahkan dijuluki “tim inventaris dadakan” karena hitungannya jarang meleset.

Menu hari itu sederhana: ayam, tahu, sayur, buah. Tidak ada yang memotret. Tanda bahwa makanan sehat akhirnya naik pangkat—dari konten jadi kebutuhan.

Di tengah santap bersama, Raka berbisik, “Pak, kalau gizinya seimbang, kenapa nilai matematikaku belum ikut seimbang?”

Saya jawab, “Karena gizinya masuk ke badanmu. Sementara otakmu yang belum terisi.” Meja sebelah tertawa. Literasi gizi dan logika terjadi bersamaan.

Tiba-tiba terdengar bunyi keras: PRAAAANG!

Satu ompreng jatuh. Semua menoleh, bukan karena dramatis—tapi karena prosedural. Petugas kelas gugup karena ompreng harus kembali lengkap. Ketua kelas langsung sigap.

“Unit terdampak, kondisi aman!” katanya seperti reporter lapangan. Kami menahan tawa.

Di situ saya sadar, MBG bukan cuma soal menu. Ini latihan kecil yang diulang setiap hari: disiplin antre, berbagi, tanggung jawab alat, dan makan tanpa banyak drama. Kritik rasa boleh, tapi perut kenyang membuat kelas lebih fokus daripada perut kosong penuh komentar.

Raka menutup omprengnya.

“Pak, sehat itu ternyata tidak selalu seru.”

Saya angguk.

“Yang penting berguna.”

Dan hari itu, kami pulang seperti biasa — tapi sedikit lebih tertib dari kemarin.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post