Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HUJAN PAGI HARI
"Hujan mulai tidak jujur, tidak terus terang!"

HUJAN PAGI HARI

Hujan turun sejak subuh, pelan tetapi tekun. Titik-titiknya mengetuk atap seperti pesan yang tak ingin diabaikan. Di antara suara itu, tiba-tiba ada rindu pada-Mu yang menyeruak—rindu yang tak selalu bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan seperti dingin yang merayap perlahan.

Langit pagi tampak sendu. Mentari ada, tetapi seperti menahan diri di balik awan. Aku berdiri di ambang pintu, menatap halaman yang basah. Ada tanya panjang yang ikut menggantung: mengapa langkah terasa berat ketika hati justru ingin mendekat?

Hujan sering disalahpahami. Ia dianggap alasan untuk menunda, untuk menarik selimut lebih lama, untuk berkata, “Nanti saja.” Padahal hujan tidak pernah benar-benar menunda tugasnya. Ia jatuh dengan setia, membasahi tanah tanpa memilih halaman siapa yang harus disirami lebih dulu.

Aku melangkah keluar.

Sepatu menyentuh genangan kecil. Udara lembap menyapa wajah. Di tengah rintiknya, aku sadar: kerja dan pengabdian tidak pernah menunggu cuaca cerah. Justru di hari-hari sendu, niat diuji. Apakah kita bergerak karena suasana mendukung, atau karena hati telah memutuskan?

Hujan pagi hari mengajarkan sesuatu yang sunyi. Bahwa langit pun pernah murung, tetapi bumi tetap menerima. Bahwa awan boleh kelabu, namun akar-akar di bawah tanah sedang bekerja diam-diam, menyerap kehidupan.

Ada galau yang sempat membelenggu langkah. Ada keraguan yang mencoba menawar tekad. Namun di antara bunyi rintik yang teratur, aku menemukan irama lain—irama keteguhan.

Barangkali makna tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Ia tumbuh dari hal kecil yang dilakukan dengan setia. Dari langkah yang tetap diayunkan meski jalan basah. Dari hati yang tetap bekerja meski langit belum sepenuhnya terang.

Dan pagi itu, di bawah hujan yang sederhana, aku belajar kembali: mendekat pada-Mu tidak selalu lewat kata-kata panjang. Kadang cukup dengan tetap berjalan, melakukan yang perlu dilakukan, dan percaya bahwa setiap rintik membawa rahmat yang tak terlihat.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post