I M S A K
Waktu terus berlalu tanpa permisi. Ia tidak menunggu kesiapan, tidak melambat karena keraguan. Dia tidak pernah peduli kita mau berjalan atau berlari; ia tetap bergerak, konsisten, tegas. Setahun berlalu, dan Ramadan kembali mengetuk kesadaran kita. Di sanalah imsak berdiri—hening, singkat, namun menentukan.
Banyak orang mengira imsak hanya batas teknis sebelum fajar. Padahal ia adalah simbol disiplin. Ia bukan sekadar berhenti makan dan minum, melainkan latihan menahan diri sebelum benar-benar diuji. Dalam jeda beberapa menit itu, kita belajar bahwa kendali bukan dimulai saat sorotan datang, tetapi jauh sebelumnya—di ruang sunyi antara niat dan tindakan.
Kepemimpinan pun demikian. Imsak dalam kepemimpinan adalah momen ketika seseorang berkata pada dirinya sendiri: “Cukup. Mulai hari ini aku menjaga integritas.” Ia adalah garis start yang tak terlihat publik. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada panggung. Hanya komitmen pribadi untuk tidak melampaui batas, untuk berhenti sebelum tergoda, untuk taat pada nilai meski tak diawasi.
Seorang pemimpin yang mengabaikan “imsak”-nya akan terlambat menyadari bahwa waktu berbuka telah tiba—masa jabatan usai, kesempatan hilang, kepercayaan runtuh. Ia sibuk berlari tanpa pernah menentukan kapan harus berhenti. Padahal, kekuatan sejati bukan pada kecepatan, melainkan pada kesadaran batas.
Ramadan mengajarkan bahwa kemenangan bukan diraih saat berbuka, tetapi sejak imsak dijaga. Begitu pula kepemimpinan: keberhasilan bukan diukur saat jabatan diraih, melainkan saat karakter dipersiapkan. Imsak adalah pengingat bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari pengendalian kecil.
Maka jangan abaikan imsak—dalam puasa maupun dalam memimpin. Karena di sanalah integritas dilahirkan, dan dari sanalah masa depan ditentukan. Adiós, hasta el próximo!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
