Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JALAN KENANGAN
Ketika yang mustahil bisa jadi riil

JALAN KENANGAN

Hujan belum juga reda, seperti percakapan yang tak sempat selesai. Di teras toko yang gelap, Vino masih ingat bagaimana dulu Rere menolak jaket itu dengan senyum kecil, lalu akhirnya memakainya diam-diam. Kini tempat yang sama hanya berisi angin dan gemiricik air. Bangku semen itu terasa lebih panjang, seolah memberi ruang untuk seseorang yang tidak lagi datang.

Perpisahan mereka tidak gaduh, justru terlalu tenang. Tidak ada bentakan, hanya kalimat singkat yang jatuh pelan: “Kita cukup sampai di sini.” Sejak itu, setiap hujan berubah jadi pemutar ulang kenangan. Vino hafal suara tawanya, cara bicaranya, bahkan batuk kecil yang dulu membuatnya panik.

Genangan di jalan memantulkan bayangan Rere. Vino tersenyum tipis. Cinta memang tak selalu tinggal, tapi pernah singgah pun sudah mengubah banyak hal. Cerita mereka selesai — kenangannya tidak.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post