Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SELAMAT HARI PERS NASIONAL
Pers Bersatu, Masyarakat Cerdas

SELAMAT HARI PERS NASIONAL

Peringatan Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas peran strategis pers dalam membangun masyarakat yang cerdas dan demokratis. Pers tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia selalu berada dalam tarikan kepentingan struktur sosial, dinamika publik, serta kebijakan pemerintah. Karena itu, kualitas pers sangat ditentukan oleh integritas pelaku, ekosistem regulasi, dan tingkat literasi masyarakat sebagai pembaca.

Di dunia pendidikan, pers berfungsi sebagai mitra konstruktif: menyebarkan praktik baik, mengangkat persoalan, sekaligus menjadi sarana monitoring dan evaluasi sosial. Pemberitaan pendidikan yang berkualitas dapat mendorong transparansi, akuntabilitas, dan perbaikan kebijakan. Namun fungsi ini hanya berjalan jika pers tidak terjebak pada sensasi, judul provokatif, atau narasi sepihak yang justru mengaburkan substansi masalah pendidikan.

Perkembangan media digital melahirkan spektrum baru: pers arus utama, media alternatif, hingga kanal independen berbasis komunitas. Keragaman ini memperkaya sudut pandang, tetapi juga membawa risiko menurunnya standar verifikasi. Karena itu, siapa pun yang menjalankan fungsi jurnalistik tetap terikat pada etika jurnalistik: akurasi, keberimbangan, tanggung jawab, dan koreksi. Status kelembagaan boleh berbeda, tetapi standar etika tidak boleh ditawar.

Penguatan partisipasi semesta dalam pendidikan—sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional—membuka ruang kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan media. Pers dapat menjadi jembatan informasi sekaligus ruang dialog publik. Di sisi lain, institusi pendidikan juga perlu lebih terbuka terhadap kritik berbasis data, bukan defensif terhadap sorotan.

Undang-undang pers menegaskan kemerdekaan sekaligus tanggung jawab. Artinya, kebebasan pers bukan kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang disertai disiplin profesional. Tantangan ke depan bukan hanya menjaga kebebasan pers, tetapi juga menjaga mutunya. Pers yang merdeka dan beretika adalah syarat penting bagi pendidikan yang maju dan masyarakat yang matang dalam menilai informasi.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post