Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SENJA TEMARAM
Kadang memang kita perlu lari ....

SENJA TEMARAM

Akhir pekan ini bukan lagi akhir pekan yang kunantikan. Jumat yang biasanya tenang untuk muhasabah diri justru terasa paling melelahkan. Pekerjaan menumpuk, koordinasi kacau, dan rapat berakhir tanpa arah. Banyak yang sibuk mencari pengakuan, sedikit yang sungguh menuntaskan tanggung jawab. Aku pulang dengan kepala penuh dan hati kosong.

Lampu teras menyala saat senja turun perlahan. Warna langit temaram seperti meniru suasana batinku. Di sela lelah, ada rindu yang aneh—datang tanpa diminta. Pada seseorang yang awalnya hanya rekan kerja biasa. Kami sering berdiskusi, bertukar ide, saling menyemangati. Cukup profesional, cukup wajar. Setidaknya dulu.

Kini pesanku tinggal centang satu. Panggilanku 'memanggil'. Aku tahu alasannya: ia telah memilih jalan hidupnya bersama orang lain. Ada rasa perih, tapi juga kesadaran yang tumbuh pelan-pelan.

Rindu, ternyata, tidak selalu harus dituai. Perasaan bisa hadir sebagai pengingat, bukan tuntutan. Aku duduk, menarik napas panjang. Barangkali ini pelajaran tentang batas—bahwa hati pun perlu etika.

Aku teringat nasihat lama: perasaan adalah tamu, nilai diri adalah tuan rumah. Jangan sampai tamu mengacak seluruh isi rumah.

Kubuka kembali catatan kerjaku. Banyak yang belum rapi. Lucu, aku ingin dimengerti, tapi pekerjaanku sendiri belum sepenuhnya bisa kupahami dengan jujur. Mungkin yang perlu divalidasi bukan perasaanku, tapi komitmenku.

Senja makin redup. Aku menulis tiga hal di buku kecil: selesaikan tugas, jaga batas, benahi niat. Cinta tidak selalu berarti mendekat; kadang berarti menghormati jarak.

Temaram tidak selalu tanda sedih. Ia juga tanda perpindahan—dari terang yang ramai menuju malam yang hening. Di keheningan itu, aku belajar: dewasa bukan mematikan rasa, melainkan mengarahkannya ke tempat yang semestinya.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post