Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEPERTI HUJAN - TIDAK LAGI JUJUR
Aahhhh.... Hujan lagi!

SEPERTI HUJAN - TIDAK LAGI JUJUR

Dulu hujan punya etika. Kalau mendung, ya turun. Kalau cerah, ya pamit. Sekarang hujan seperti pejabat yang hobi rapat: jadwalnya ada, realisasinya menunggu situasi. Prakiraan bilang cerah, yang datang badai. Diprediksi deras, yang turun hanya gerimis malu-malu. Bahkan BMKG pun kadang tampak seperti cenayang yang sinyalnya putus-nyambung.

Kita menyebutnya anomali cuaca. Padahal, boleh jadi itu anomali perilaku manusia yang dipantulkan langit. Hutan dipangkas, sungai disempitkan, udara diasapi—lalu kita protes ketika awan tidak lagi patuh pada kalender. Kita ingin alam disiplin, sementara kita sendiri doyan melanggar. Regulasi diabaikan. Lucunya, bukan hanya hujan yang berubah karakter. Manusia pun demikian. Senyum bisa berarti strategi, janji bisa berarti penundaan, dan kata “segera” sering berarti “nanti kalau sempat.” Dalam laut bisa kita ukur kedalaman, tapi dalam hati—algoritma paling canggih pun menyerah.

Psikolog sosial Erich Fromm mengingatkan bahwa manusia modern sering terjebak membangun citra dan topeng sosial, tetapi gagap membaca diri sendiri. Kita sibuk tampil konsisten di layar, namun inkonsisten dalam tindakan. Mirip hujan: terlihat di radar, hilang di permukaaan tanah.

Namun di situlah inspirasi lahir. Ketidakpastian bukan alasan berhenti, melainkan undangan untuk lebih siap. Petani tetap menanam meski musim berubah. Pelaut tetap berlayar meski ombak tak bisa berkawan. Mereka tidak menunggu ramalan sempurna—mereka membangun ketangguhan.

Mungkin hujan tidak lagi “jujur", enggan "terus terang" (baca: reda),” tapi kita masih bisa. Pada niat, pada kerja, pada tanggung jawab. Kalau langit sulit ditebak, setidaknya karakter kita jangan ikut-ikutan berawan. Adioz!**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post