Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SESAL DULU, BENAHI KEMUDIAN
Tidak yang tidak perlu

SESAL DULU, BENAHI KEMUDIAN

Biasanya orang mengatakan penyesalan selalu datang terlambat. Kita bertindak dulu, gagal, baru menyesal. Namun ada pendekatan yang justru membalik urutan itu: sesali dulu, benahi kemudian. Maksudnya bukan tenggelam dalam rasa bersalah, melainkan melakukan introspeksi sejak awal—mengukur potensi, mengenali batas kemampuan, lalu melangkah dengan lebih sadar.

Dalam banyak kasus kelembagaan, kegagalan bukan terjadi karena kurangnya rencana, tetapi karena kurangnya kejujuran diri. Terlalu cepat yakin, terlalu lambat mengoreksi. Evaluasi dianggap ancaman, bukan kebutuhan. Padahal, mengakui kemungkinan salah sebelum bertindak adalah bentuk kedewasaan berpikir.

Pakar psikologi Daniel Kahneman menjelaskan bahwa manusia memiliki banyak bias kognitif—cara berpikir yang terasa benar tetapi sering menyesatkan. Salah satunya adalah overconfidence bias, kecenderungan merasa lebih siap dan lebih tepat daripada kenyataan. Karena itu, jeda refleksi sebelum keputusan menjadi penting agar tindakan tidak sekadar cepat, tetapi juga tepat.

Introspeksi adalah rem sekaligus kompas. Rem agar kita tidak tergesa-gesa, kompas agar arah tetap terjaga. Dalam organisasi maupun kehidupan pribadi, budaya refleksi membuat orang berani bertanya: apa risikonya, siapa terdampak, apa rencana cadangannya?

Menyesal di awal berarti memberi ruang pada skenario terburuk, sehingga perbaikan bisa disiapkan sejak dini. Ini bukan pesimisme, melainkan kewaspadaan cerdas. Bertindak tetap perlu, tetapi tindakan terbaik lahir dari pikiran yang sudah lebih dulu diuji.

Sesal yang direncanakan adalah bentuk tanggung jawab. Bukan untuk melemahkan langkah, tetapi untuk menguatkan hasil.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post