Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TELUR MATA SAPI
Telur mata sapi, sajian rutin saat saur

TELUR MATA SAPI

Kita sering berjalan di jalur yang sudah ramai, mengikuti apa yang lazim diucapkan dan dilakukan orang. Kebiasaan perlahan menjelma menjadi kebenaran. Kita jarang bertanya: benarkah ini benar, atau sekadar sering diulang-ulang? Di situlah kesalahan umum menemukan rumahnya.

Telur mata sapi adalah contoh sederhana. Kita menyebutnya demikian karena kuning telur berada di tengah, bulat seperti mata. Istilah itu diwariskan begitu saja, tanpa pernah kita uji atau perdebatkan. Ayam sebagai “pemilik” telur tak pernah protes atas penamaan itu. Ia tetap bertelur, tanpa sibuk mengklaim atau menggugat. Sementara kita, manusia yang gemar memberi nama dan makna, justru sering terjebak pada klaim.

Fenomena ini merembes ke banyak sisi kehidupan. Ketika sebuah karya besar memberi manfaat luas, jarang kita dengar penemunya berteriak lantang, “Itulah karya saya!” Nama boleh tercatat, tetapi kemanfaatanlah yang berbicara. Dalam Al-Qur'an pun diingatkan bahwa kebaikan sejati tak selalu perlu dipamerkan; nilai amal terletak pada ketulusan, bukan pada pengakuan.

Ironisnya, untuk karya kecil yang mungkin hanya berdampak sempit, kita justru gemar berkoar. Kita ingin tepuk tangan, pengakuan, validasi. Seolah-olah nilai sebuah karya ditentukan oleh seberapa keras ia diumumkan, bukan seberapa dalam ia memberi arti.

Telur mata sapi mengajarkan kesederhanaan: ia hadir apa adanya, memberi gizi tanpa banyak narasi. Barangkali yang perlu kita goreng ulang bukan telurnya, melainkan cara berpikir kita. Bahwa tidak semua yang lazim itu benar. Bahwa tidak semua yang kita lakukan perlu diumumkan. Dan bahwa integritas sejati sering bekerja diam-diam, seperti kuning telur di tengah—tenang, utuh, dan tetap memberi manfaat tanpa perlu disebut-sebut.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post