BUMI PEMIMPIN
Setiap orang adalah pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri. Kalimat ini bukan sekadar kalimat penentram, melainkan cermin yang kerap kita hindari. Sebab memimpin diri sendiri jauh lebih sulit daripada memimpin rapat. Mengatur emosi, menepati janji pada diri, bangun tepat waktu, jujur dalam sunyi—di situlah ujian pertama kepemimpinan dimulai. Jika pada level ini saja masih goyah, jangan buru-buru promosi jadi pemimpin.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi”—setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Sabda ini bukan sekadar kutipan indah untuk spanduk seminar. Ia adalah pengingat sunyi bahwa kepemimpinan selalu berpasangan dengan tanggung jawab. Bukan hanya di ruang publik, tetapi juga di ruang batin.
Pemimpin yang belum selesai dengan dirinya, biasanya sibuk menyalahkan keadaan. Ia gemar menunjuk keluar, tetapi enggan menengok ke dalam. Padahal, kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan kapasitas menata diri sebelum menata orang lain. Tanpa itu, jabatan hanya menjadi kursi empuk yang pelan-pelan menggerus nurani.
Pemimpin sejati bukan yang melayang di atas kepala rakyatnya, melainkan yang menjejak bumi. Ia tahu tanah tempat ia berpijak: denyut keresahan, harapan sederhana, dan peluh keseharian orang-orang yang dipimpinnya. Buminya adalah hamparan tanggung jawab, bukan panggung pencitraan. Ia hadir bukan untuk dipuja, tetapi untuk bekerja.
Ukuran pemimpin bukan seberapa lama ia berkuasa, melainkan seberapa jujur ia menjaga amanah. Apakah kehadirannya menenangkan? Apakah keputusannya memudahkan? Apakah kebijakannya memuliakan? Sebab pada akhirnya, setiap keputusan akan kembali sebagai pertanyaan pertanggungjawaban.
Pemimpin bisa saja bernama kepala rumah tangga, kepala sekolah, kepala dinas, hingga kepala daerah. Namun ketika ia melupakan buminya—melupakan bahwa jabatan adalah amanah—ia berubah menjadi kabut asap: tampak tebal, terasa sesak, lalu hilang tanpa jejak.
Karena itu, sebelum memimpin orang lain, pijaklah bumi sendiri. Rapikan langkah, luruskan niat, dan pastikan setiap keputusan tumbuh dari tanah tanggung jawab. Pemimpin yang membumi tak perlu banyak gema, tetapi auranya terasa dan jejaknya terlihat. Adioz!!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
