Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
H O R R E E G
Jingga

H O R R E E G

Di wilayah Muncar, Bsnyuwangi gema “horeeg” bukan sekadar bunyi. Ia menjelma identitas baru. Bukan tradisi turun-temurun, melainkan hobi yang perlahan naik kelas menjadi simbol gengsi. Di satu sisi, kita patut mengapresiasi kecanggihan para teknisi sound system: kreativitas merakit, ketekunan menguji, hingga keberanian bereksperimen dengan daya dan desain. Apa yang lahir dari tangan mereka adalah karya, sebuah bentuk ekspresi zaman.

Sumbersewu, Muncar, kini sering disebut sebagai episentrum “battle sound” terbesar. Ia menjadi magnet, bukan hanya bagi pecinta audio, tetapi juga bagi mereka yang mencari panggung eksistensi. Partisipasi warga yang rela merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah menunjukkan bahwa fenomena ini telah mendapat legitimasi sosial. Dukungan itu lahir dari rasa bangga, kebersamaan, dan mungkin juga keinginan untuk tidak tertinggal.

Namun, di balik gemuruh yang memukau, ada ruang hening yang perlu kita sikapi. Apakah euforia ini masih berada dalam batas kepantasan sosial? Bagaimana dengan hak mereka yang membutuhkan ketenangan: anak kecil, lansia, atau warga yang sedang sakit? Di sinilah ukuran kemajuan diuji: bukan hanya pada kerasnya suara, melainkan pada halusnya kepekaan.

Kita tidak sedang menolak kreativitas, apalagi mematikan semangat anak muda. Justru sebaliknya, energi besar ini perlu diarahkan agar memberi manfaat lebih luas. Bayangkan jika kompetisi sound horeg disertai standar waktu, batas desibel, dan ruang khusus yang tidak mengganggu pemukiman. Bahkan, bisa dikembangkan menjadi event resmi yang terkurasi, memberi ruang ekonomi bagi warga tanpa mengorbankan kenyamanan bersama.

Horeg boleh jadi tren, tetapi harmoni tetap tujuan. Sebab pada akhirnya, masyarakat yang beradab bukan yang paling bising suaranya, melainkan yang paling bijak mengelola kebebasannya. Merdeka!!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post