HARGA DIRI
Banyak peristiwa di sekitar kita yang, jika dicermati, terasa lepas dari norma kepantasan. Kita melihat, namun kerap memilih diam. Bukan karena tidak peduli, tetapi karena ruang sosial hari ini dipenuhi sensitivitas tinggi—sedikit saja menegur, bisa memantik konflik horizontal. Yang tua maupun yang muda seolah terseret arus yang sama: arus globalisasi dan derasnya media sosial yang membentuk cara berpikir sekaligus cara tampil.
Dalam perspektif sosiologi, ini dapat dibaca sebagai gejala disorientasi nilai. Ketika figur teladan semakin jarang hadir atau kehilangan wibawa, masyarakat cenderung mencari rujukan instan dari apa yang viral. Akibatnya, ukuran benar dan pantas bukan lagi pada nilai, melainkan pada jumlah penonton, like, dan komentar. Harga diri yang dulu dijaga dalam ruang privat, kini dipertontonkan tanpa sekat. Privasi menjadi komoditas, dan eksistensi diukur dari seberapa jauh diri kita dilihat orang lain.
Ironisnya, semakin terbuka semuanya, semakin kabur pula batas harga diri itu sendiri. Kita menyaksikan orang rela mengorbankan martabat demi popularitas sesaat. Padahal harga diri bukan sekadar citra, melainkan kesadaran akan nilai diri yang tidak bisa ditukar dengan apapun.
Sampai kapan ini berlangsung? Jawabannya bergantung pada keberanian kita untuk kembali menata arah. Harga diri harus direbut kembali sebagai sesuatu yang berharga—bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk dijaga. Kita tidak harus menjadi tokoh besar untuk memberi teladan; cukup menjadi pribadi yang konsisten antara kata dan perbuatan.
Di tengah riuhnya dunia digital, menjaga harga diri adalah bentuk perlawanan yang paling sunyi, namun paling bermakna. Karena pada akhirnya, yang bertahan bukan yang paling viral, melainkan yang paling berintegritas.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
