Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JANGAN PACARI AKU
Aku bukan aku

JANGAN PACARI AKU

Namaku Senja. Usia sudah tidak lagi muda—anak dua, cicilan tiga, dan stok sabar kadang tinggal satu. Pekerjaanku PNS guru, mapan secukupnya: cukup untuk hidup, cukup juga untuk menahan godaan diskon.

Aku tipe orang yang tidak pilih-pilih teman. Asal jujur dan setia kawan, aku balas dengan versi terbaikku. Di sekolah, aku terkenal “lurus”: kerja sesuai tupoksi, tidak ikut campur urusan orang lain, dan laporan ke kepala sekolah selalu rapi seperti barisan upacara Senin.

Tapi belakangan, ada yang berubah.

Kepala sekolahku, sebut saja Pak Arman, jadi sering menyapa. “Bu Senja, sudah sarapan?”

Aku mengangguk. Dalam hati: Biasanya juga saya makan, Pak, bukan fotosintesis.

Lalu, “Bu Senja, capek ya? Istirahat yang cukup.”

Aku mulai curiga. Ini perhatian atau program baru “Sekolah Sehat Berbasis Basa-basi?"

Puncaknya saat rapat, beliau menatapku agak lama. Aku menatap balik … ke arah IFP. Takut salah tafsir, takut juga benar.

Di ruang guru, gosip berembus halus seperti AC yang baru dipasang. “Kayaknya Pak Arman suka deh sama Bu Senja…”

Aku langsung panik. Bukan karena tersanjung, tapi karena… repot.

Akhirnya, aku memutuskan bersikap profesional plus protektif. Setiap beliau menyapa, aku jawab lengkap dengan lampiran: “Terima kasih, Pak. Ini juga saya sekalian kirim RPP, jurnal, dan rekap nilai.”

Kalau beliau bertanya kabar, aku balas dengan laporan kegiatan harian. Sekali tanya, dapat satu bundel.

Beberapa hari kemudian, perhatian itu mereda. Sapaan kembali normal. Tatapan kembali ke monitor laptop. Gosip pun pindah ke topik lain: menu MBG.

Aku lega. Ternyata, kadang bukan orang lain yang berubah, kita saja yang keburu menulis prediksi layaknya BMKG.

Pelajaran hari itu sederhana, jangan buru-buru menyimpulkan, apalagi mem-baper-kan yang belum tentu apa-apa. Profesional itu bukan dingin, tapi tahu batas. Dan kalaupun ada yang mulai “berbeda”, ingatkan diri dengan hal paling penting,

“Maaf, Pak… jangan pacari aku. Aku sudah pacaran dengan tanggung jawab.”

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post