K E S E T I A A N
Rintik hujan sedari petang tak juga mereda hingga pagi menjelang. Tetesnya random tanpa memilih ruang dan waktu. Ia hanya setia pada takdirnya: turun, membasahi, lalu menggenang. Sementara, aroma tanah becek berpadu dengan bau kandang yang menyengat, membuat udara di sekelilingku terasa pengap. Angin berembus kencang seolah ikut mengaduk resah. Ketika listrik padam, gelap datang tanpa basa-basi—membungkus rumah, halaman, juga isi kepala.
Di tengah gulita itu, justru suara hati terdengar makin nyaring. “Berapa kebaikan bulan ini yang sudah kau perbuat?” bisiknya pelan namun tajam. Pertanyaan sederhana, tetapi seperti kilat yang menyambar kesadaran. Pagi tadi pimpinan menginstruksikan agar kami selalu menunjukkan kesetiaan, apa pun bentuknya. Kami mafhum, dalam bahasa 'umum', kesetiaan disebut loyalitas. Kata yang terdengar gagah, tetapi sering kali 'menggetarkan'.
Malam larut, hujan makin pamer loyalitas pada genangan, tak peduli apakah genangan itu menghidupi sawah ladang atau merendam jalan. Angin setia pada liuknya, menggugurkan daun tanpa menimbang apakah daun itu masih setia merengkuh ranting. Gelap pun patuh pada malam, menghadirkan gulita tanpa pernah meminta izin pada rasa takut dan gamang. Dan, Alam tetap teguh menjalankan kesetiaan secara polos—tanpa kepentingan, tanpa pura-pura.
Lalu bagaimana dengan kita?
Kesetiaan tanpa kejujuran hanya akan menjadi bayangan di dalam gelap. Ia tampak ada, tetapi tak bisa disentuh kebenaran. Loyalitas yang tidak ditopang integritas mudah berubah menjadi kepatuhan membabi buta. Kita bisa saja berdiri tegak saat apel pagi, bersuara lantang menyatakan setia, tetapi hati yang menghindari kejujuran akan tetap gelisah ketika lampu padam.
Hari ini kita mesti belajar, mungkin yang paling layak menerima kesetiaan pertama-tama adalah nurani. Sebab kejujuran nurani adalah binar kecil di tengah gelap, yang tak berisik seperti angin, tak deras seperti hujan, namun cukup untuk menuntun langkah agar tidak tersesat. Lama-lama, hujan pun tidak jujur, tidak mau 'terus terang'!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
