MENJELANG SENJA
Sebagian orang merasa tabu atau bahkan pantangan jika harus menjawab pertanyaan, “berapa usiamu?” Seolah angka adalah vonis, bukan perjalanan. Padahal bagi saya, usia justru cermin yang jujur—ia tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa ditunda, hanya bisa dijalani dan dimaknai.
Usia bukan aib, bukan pula beban. Ia adalah penanda bahwa kita telah melewati sekian tikungan hidup: jatuh, bangkit, tersesat, lalu menemukan arah lagi. Setiap tahun yang bertambah sejatinya adalah akumulasi pelajaran, bukan sekadar penambahan angka. Namun, di titik inilah sering muncul kegelisahan: sudah sejauh mana makna itu kita olah menjadi kontribusi?
Menjelang “senja” bukan berarti redup tanpa arti. Justru di waktu inilah cahaya sering terasa paling hangat—tidak menyilaukan, tapi cukup untuk menerangi sekitar. Sayangnya, banyak dari kita masih sibuk membandingkan diri dengan orang lain, seakan hidup adalah perlombaan tanpa garis akhir yang jelas. Kita lupa bahwa setiap orang punya jalur dan waktunya sendiri.
Ada kesadaran yang pelan-pelan tumbuh: bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan, dan tidak semua harapan akan terpenuhi. Bahkan, usaha terbaik pun tidak selalu berbuah sesuai keinginan. Di titik ini, ego diuji. Kita dihadapkan pada pilihan: terus mengeluh, atau mulai menerima dengan lapang.
Saya pun menyadari, seberapa pun yang saya lakukan, tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang—bahkan diri sendiri. Maka mungkin yang perlu diubah bukan dunia di luar sana, melainkan cara pandang ke dalam diri. Muhasabah bukan tentang menyalahkan masa lalu, tetapi berdamai dengannya.
Hari ini, 25 Maret—selamat ulang tahun, diriku. Sebuah jeda untuk menoleh, bukan sekadar menghitung usia, tetapi menakar makna. Semoga aku selalu jadi yang pertama dalam berbenah, dalam belajar, dalam memperbaiki diri—meski belum yang terbaik.
Menjelang senja, yang paling penting bukan lagi seberapa tinggi kita berdiri, melainkan seberapa dalam kita memahami arti hidup. Karena pada akhirnya, yang akan kita bawa bukan pencapaian, melainkan jejak makna yang kita tinggalkan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
