Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PETAKA SELASA KLIWON
Yang pecah tersatukan

PETAKA SELASA KLIWON

Aku sudah sering diabaikan oleh situasi. Aku juga tidak jarang menemui jalan buntu ketika dalam kesulitan. Namun hari ini rasanya berbeda. Seolah semua kejadian kecil yang menyesakkan selama tiga pekan terakhir bersekutu menjadi satu peristiwa besar yang menampar kesadaranku.

“Masih adakah ujian yang lebih berat dari yang kualami Selasa Kliwon ini?” gumamku lirih.

Padahal persiapan sudah sempurna. Diskusi panjang telah dilakukan berhari-hari. Perangkat telah ditata rapi. Semua orang yang terlibat tampak bersemangat. Bahkan aku sempat merasa kali ini segalanya akan berjalan mulus, tanpa cela.

Refleksi dari berbagai pengalaman masa lalu telah kujadikan pijakan. Setiap kesalahan diperbaiki, setiap kemungkinan dipikirkan. Aku merasa telah belajar cukup banyak dari kegagalan-kegagalan sebelumnya.

Namun pagi Selasa Kliwon itu seperti memiliki rencana sendiri.

Langit mendung sejak fajar. Angin datang tanpa aba-aba. Satu demi satu hal kecil mulai berubah menjadi masalah. Perangkat yang semestinya bekerja justru berhenti. Orang-orang yang diandalkan tiba-tiba ada yang izin dan yang lain tak bisa dihubungi. Suasana yang tadinya penuh harap perlahan berubah menjadi cemas.

Aku berdiri di tengah semua kekacauan itu, mencoba tetap tenang, meski dada terasa berat. Segala perhitungan yang kususun rapi seperti runtuh dalam hitungan jam.

“Kadang rencana terbaik tetap harus berhadapan dengan takdir, Pak” katanya pelan.

Dari arah mana dia datang? Tapi dengan senyum khasnya aku sedikit lega. Aku hanya tersenyum tipis. Bukan karena setuju sepenuhnya, tapi karena tak ada lagi yang bisa kulakukan selain menerima.

Menjelang siang, semuanya benar-benar berakhir. Bukan seperti yang kuharapkan, tapi juga bukan sepenuhnya kehancuran. Dari reruntuhan rencana itu, aku justru melihat sesuatu yang selama ini luput: bahwa manusia boleh merancang seteliti mungkin, namun hidup selalu menyimpan ruang bagi kejutan.

Aku menarik napas panjang.

Pengalaman pahit Selasa Kliwon ini membuatku enggan lagi berspekulasi. Tapi satu hal kupahami: setiap petaka kadang hanyalah cara Allah mengingatkan bahwa mamusia tidak pernah sepenuhnya memegang kendali.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post