YANG PERTAMA, YANG MENGINSPIRASI
“Jadilah yang pertama, meski belum yang terbaik.” Kalimat itu bukan sekadar slogan yang saya ucapkan di ruang kelas atau forum guru. Ia adalah cara saya berdamai dengan keraguan. Sebab sering kali yang menghambat langkah bukanlah ketidakmampuan, melainkan rasa takut tidak sempurna.
Menjadi yang pertama memang tidak selalu berarti menjadi yang paling unggul. Yang pertama kadang justru penuh kekurangan, masih gagap, bahkan mungkin salah. Namun justru di situlah letak daya inspirasinya. Ketika seseorang memulai, ia sedang membuka pintu kemungkinan bagi yang lain. Ia sedang berkata tanpa banyak kata, “Ini bisa dilakukan.”
Saya kerap menyaksikan hal itu. Seorang murid memberanikan diri presentasi meski terbata-bata. Seorang guru mencoba menulis meski belum percaya diri. Lalu terdengar celetukan sederhana, “Oh, kalau begitu saya juga bisa.” Kalimat ringan itu sesungguhnya adalah percikan api. Api kecil yang menyalakan keberaniannya.
Dalam teori belajar sosial yang dikenalkan oleh Albert Bandura, manusia belajar melalui observasi dan imitasi. Kita meniru bukan karena lemah, tetapi karena memang begitulah cara kita tumbuh. Melihat contoh nyata membuat sesuatu terasa lebih mungkin. Keteladanan lebih kuat daripada seribu instruksi.
Maka menjadi yang pertama bukan soal prestise, melainkan soal keberanian memulai. Ia adalah tindakan sunyi yang dampaknya bisa riuh. Tidak harus sempurna, tidak harus dipuji. Cukup tulus melangkah.
Barangkali dunia tidak selalu mengingat siapa yang paling sempurna. Namun sering kali ia mengingat siapa yang lebih dulu membuka jalan.
Jadilah yang pertama, meski belum yang terbaik. Karena yang pertama bukan sekadar pelopor. Ia adalah penggerak. Ia adalah inspirasi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
