Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JANGAN PANGGIL AKU HELLEN
Namaku Hellen

JANGAN PANGGIL AKU HELLEN

Waktu belajarku di sekolah ini sudah hampir di ujung penyelesaian. Ujian demi ujian sudah berhasil kulewati dengan hasil yang lumayan, bahkan di atas sebagian besar teman-temanku. Aku pikir semuanya akan berjalan baik sampai kelulusan tiba.

Namun hari itu menjadi titik terendah dalam hidupku. HP yang selama ini kusimpan rapat akhirnya dibuka oleh teman sebangkuku. Ia membaca chat pribadiku, lalu menyebarkannya. Dalam hitungan jam, aku berubah dari “teman biasa” menjadi bahan gosip satu sekolah.

“Ternyata, dia hanya manis di muka!” kata mereka.

Keesokan harinya, tiga kelas membicarakanku. Hari berikutnya, hampir seluruh sudut sekolah terasa seperti ruang pengadilan tanpa hakim. Tatapan mereka menusuk. Bisikan mereka lebih tajam dari kata-kata langsung. Aku tak berani mengangkat kepala.

Rasanya tak ada masker yang mampu menutupi rasa malu di wajahku. Aku lelah. Aku ingin berhenti saja dari semuanya.

Tapi suatu sore, guru BK datang ke rumahku. Aku pikir beliau akan menghakimiku seperti yang lain. Namun tidak. Beliau mendengarkan. Lama. Tanpa memotong. Tanpa menilai.

“Kamu boleh merasa hancur,” katanya pelan. “Tapi jangan biarkan satu kesalahan atau satu kejadian menentukan seluruh hidupmu.”

Aku diam. Kata-kata itu sederhana, tapi menancap.

Beliau tidak menyangkal kesalahanku. Ia juga tidak membela orang lain. Ia hanya mengingatkanku bahwa hidupku masih lebih panjang dari satu bab yang buruk.

Hari-hari setelahnya tidak langsung mudah. Bisikan itu masih ada. Tatapan itu belum hilang. Tapi aku mulai belajar berdiri lagi. Pelan-pelan. Aku sekolah lagi setelah dua pekan alpa.

Aku menyadari sesuatu, mereka boleh mengenalku dari cerita yang salah, tapi aku berhak menulis akhir ceritaku sendiri.

Jadi, jangan panggil aku Hellen yang dulu. Aku sedang menjadi versi baru dari diriku yang lebih kuat, lebih sadar, dan tidak lagi menyerah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post