Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JEJAK LELAKI TUA
Menjelang purna

JEJAK LELAKI TUA

Pagi masih muda ketika lelaki tua itu membuka pintu rumahnya perlahan. Udara belum sepenuhnya bersahabat, tapi ia tetap melangkah, seperti hari-hari sebelumnya. Usai subuh, tubuhnya digerakkan sekadar untuk menjaga sisa tenaga yang ia punya. “Biar kolesterol tidak sombong,” gumamnya, setengah bercanda pada diri sendiri.

Di dalam rumah, dunia terasa berbeda. Anak-anaknya masih terlelap, mungkin lelah oleh layar yang tak pernah lelah menemani mereka. Istrinya pun masih terbaring, menikmati jeda dari rutinitas yang tak kalah panjang. Lelaki itu tak menyalahkan siapa pun. Ia hanya diam, lalu kembali pada kesibukannya sendiri.

Ia menyiram tanaman aglaonema kecil di sudut halaman. Daunnya tinggal tiga, namun tetap dirawat dengan telaten. “Hidup itu seperti ini,” pikirnya, “meski tersisa sedikit, tetap harus dijaga.”

Pensiun tinggal hitungan tahun. Kata itu kadang datang seperti tamu tak diundang, mengetuk pikirannya saat pagi, siang, bahkan malam. Ia belum benar-benar siap. Tabungan belum cukup, rencana belum matang. Tapi waktu tak pernah menunggu kesiapan siapa pun.

Yang ia pikirkan bukan dirinya.

Ia memikirkan anak-anaknya. Apakah mereka akan berdiri tegak saat ia tak lagi kuat menopang?

Ia memikirkan istrinya. Apakah akan tetap tersenyum saat penghasilan tak lagi pasti?

Hari itu, ia berhenti sejenak. Menatap rumahnya. Menarik napas panjang.

“Aku harus lebih kuat,” bisiknya.

Bukan untuk mengejar kekayaan. Bukan untuk ambisi yang tinggi. Tapi untuk memastikan bahwa ketika ia benar-benar berhenti nanti, keluarganya tetap bisa berjalan tanpa rasa takut.

Langkahnya mungkin kecil. Usahanya mungkin sederhana. Tapi dari situlah jejaknya terbentuk. Jejak lelaki tua yang diam-diam berjuang, agar orang-orang yang ia cintai tak pernah merasa kekurangan, bahkan saat dirinya mulai berkurang.

Dan pagi itu, ia kembali melangkah. Lebih pelan, tapi lebih pasti.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post