K A R E T
Benda padat yang lentur itu mengajarkan satu hal sederhana: tidak semua yang tampak tegas benar-benar kaku. Karet bisa ditarik, dilipat, bahkan diregangkan hingga batas tertentu. Namun, justru di situlah letak paradoksnya. Ia kuat karena lentur, dan berguna karena tidak memaksa dirinya untuk selalu tegap.
Dalam keseharian, istilah “karet” sering berpindah makna. Waktu yang molor disebut ngaret. Janji yang tertunda disebut ngaret. Bahkan pikiran yang berputar-putar tanpa arah pun ikut dicap ngaret. Seolah-olah kelenturan berubah menjadi kekurangan, bukan lagi kelebihan. Inilah perlunya pemahaman konteks.
Di satu sisi, kita memerlukan ketegasan. Kepastian memberi arah, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan rasa nyaman. Tanpa batas yang jelas, segala sesuatu berisiko kehilangan kredibilitaas. Namun di sisi lain, hidup tidak selalu berjalan lurus seperti garis. Ada situasi yang membutuhkan kelonggaran, ruang untuk menyesuaikan, dan waktu untuk memahami. Dalam konteks ini 'ngaret' dipandang perlu.
Di sinilah karet menjadi cermin yang menarik. Terlalu kaku, ia mudah patah. Terlalu lentur, ia kehilangan bentuk. Maka yang dibutuhkan bukan sekadar tegas atau longgar, melainkan keseimbangan di antara keduanya.
Demikian pula dalam berbicara dan berpikir. Penjabaran memang penting, tetapi tanpa arah yang jelas, ia hanya akan memanjang tanpa kepastian. Sebaliknya, ketegasan tanpa penjelasan bisa terasa sempit dan sulit dimaklumi. Maka, kejelasan sebaiknya menjadi titik awal, dan pengembangan menjadi jalan untuk mempertajam makna.
Barangkali, masalahnya bukan pada “karet”-nya, melainkan pada cara kita menggunakannya. Karena pada akhirnya, kelenturan yang bijak bukanlah penundaan, melainkan kemampuan untuk tetap tegas dan jelas tanpa harus menjadi karet. Uhh!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
