Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PEREMPUAN ITU KARTINI
Kartini itu Ibu

PEREMPUAN ITU KARTINI

Saban 21 April, linimasa media sosial mendadak seragam: kebaya, sanggul, kutipan manis, dan lomba-lomba yang terasa aman/nyaman, bahkan terlalu aman/nyaman. Kartini dipajang sebagai simbol estetika, bukan sebagai api pergolakan. Kita merayakan sosoknya, tapi menisbikan gagasannya. Kita bangga menyebut namanya, tapi enggan menelusuri kegelisahan batinnya.

Ada yang ganjil: mengapa Kartini direduksi menjadi kostum/kebaya, bukan kesadaran berpikir?

Kartini bukan sekadar perempuan berkebaya yang anggun dalam bingkai foto. Ia adalah suara yang menolak tunduk pada batas-batas zamannya. Ia gelisah, ia bertanya, ia melawan dengan pena, dengan pikiran, dengan keberanian yang tidak populer. Namun hari ini, semangat itu justru dipoles agar tidak mengganggu. Kita lebih nyaman dengan Kartini yang “bersahaja” daripada Kartini yang “resah gelisah”.

Ironisnya, di tengah perayaan itu, masih banyak perempuan yang suaranya dipinggirkan, potensinya dibatasi, bahkan mimpinya dianggap berlebihan. Kita mengajarkan anak perempuan memakai kebaya, tapi lupa mengajarkan mereka empati dan berpikir kritis. Kita memuji perempuan tangguh, tapi seringkali hanya selama mereka tetap “sesuai ekspektasi”.

Kartini tidak sedang meminta dikenang. Ia menuntut dilanjutkan mimpinya, semangatnya.

Perempuan hari ini, entah itu guru, nelayan, pekerja, ibu, pelajar adalah Kartini dalam bentuk paling nyata. Mereka yang berani bersuara, yang menolak diam, yang tetap berdiri meski diremehkan. Kartini hidup bukan dalam seremoni, melainkan dalam keputusan-keputusan kecil yang berani: memilih belajar, memilih mandiri, memilih melawan ketidakadilan.

Maka mungkin yang perlu kita ubah bukan cara memperingati, tapi cara memahami kepahlawanan Kartini. Kartini bukan warisan untuk dipajang setahun sekali. Ia adalah cermin yang kadang membuat kita tidak tidak baik-baik saja. Dan mungkin, justru di situlah makna Peringatan Hari Kartini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post