Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PURNAMA NEMPEL DI DINDING
Purnama ada yg palsu

PURNAMA NEMPEL DI DINDING

Purnama belum lagi tampak di langit. Justru ia nempel di dinding teras: bulat, pucat, dan sedikit semangatnya. Kata Bapak, itu cuma cahaya lampu murah dari toko daring, tapi entah kenapa cahayanya terasa seperti menertawakanku.

Di luar sana, harga-harga melambung seperti janji calon pejabat saat kampanye: tinggi, muluk, lalu hilang tanpa jejak. Di layar televisi, di story para netizen, para analis berbicara tentang perang jauh di Timur Tengah, tentang minyak, tentang stabilitas global. Kata-kata besar yang entah bagaimana selalu berakhir di warung Bu Siti, tempat harga telur, bawang, cabe ikut bergejolak tanpa ikut berperang.

“Ini semua demi keseimbangan,” kata seorang tokoh di berita, sambil tersenyum seperti baru saja menukar empati dengan surat suara pemilu.

Di kampung, orang-orang mulai rajin berdiskusi. Bukan karena tercerahkan, tapi karena gelisah. Grup WhatsApp penuh dengan pesan berantai: ada yang bilang gas melon langka, ada yang yakin ini cuma ujian, dan ada yang menjual solusi instan dengan berinvestasi ala-ala lengkap dengan bumbu kecap, namun ujung-ujungnya bodong.

Bapak berhenti bicara soal masa depan. Ia kini lebih sering menghitung ulang masa lalu. Barangkali ada yang bisa ditukar jadi uang?

Sementara itu, purnama di dinding tetap menyala, setia seperti janji yang tak biasa ditepati. Ketika listrik padam, purnama di dinding ikut padam dan untuk sesaat semua gelap. Anehnya, justru di saat itulah bapak tampak lebih jujur: tanpa cahaya, tanpa pencitraan.

Namun ketika listrik kembali, purnama palsu itu menyala lagi. Bapak kembali sibuk berpura-pura yakin dan meyakinkan aku. Seolah semuanya baik-baik saja, seolah harga diri tidak ikut terdepresiasi.

Aku menatap purnama itu lama. Mungkin benar, yang kita lihat selama ini hanya pantulan. Cahaya pinjaman. Fatamorgana yang terlalu sering dipercaya.

Dan kita? Barangkali cuma bayangan yang tampak berdiri di dinding sendiri.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post