Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TISU BASAH
Tangan kecil di persimpangan

TISU BASAH

Bukan hal yang istimewa kalau aku melakukan pertolongan pada orang yang membutuhkan. Di lampu merah, di perempatan, atau di pinggir jalan, aku biasa membuka kaca mobil, memberi receh, atau sekadar mengangguk maaf.

Bukan pula hal unik kalau aku acuh pada tangan kotor. Bagiku, noda adalah bagian dari kehidupan yang bisa dibersihkan. Karena itu, tisu basah selalu tersedia di dashboard mobilku. Siap kupakai kapan saja.

Siang itu di traffic light, seorang bocah mengetuk kaca mobilku. Wajahnya penuh peluh, jemarinya penuh daki. Coreng moreng cat silver di sekujur tubuhnya. Setelah menerima uang, ia tersenyum malu. Kulihat tangannya belepotan saus entah dari mana. Refleks, kuberikan sebungkus tisu basah.

“Bersihkan tanganmu dulu,” kataku.

Ia menerimanya, lalu menatapku lama dengan mata beningnya yang aneh.

“Om,” ujarnya pelan, “buat tangan saya, atau hati Om?” Ujarnya sambil tersenyum.

Lampu berubah hijau.

Aku melaju.

Dan sepanjang jalan, baru kusadari, yang ternyata kotor itu... bukan tangannya!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post