Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BOLEHKAH AKU MERINDUMU?
Sendiri iru tidak indah lagi

BOLEHKAH AKU MERINDUMU?

Hujan turun tipis di luar jendela kantor ketika aku kembali memandangi layar laptop tanpa benar-benar membaca apa pun. Huruf-huruf di monitor terasa seperti bayangan yang lewat begitu saja. Sudah hampir setengah jam pekerjaanku tidak bergerak, dan aku tahu penyebabnya bukan karena lelah. Namamu.

Atau mungkin, rinduku yang diam-diam tumbuh terlalu jauh.

Aku tidak pernah berniat jatuh pada rasa ini. Awalnya biasa saja. Obrolan singkat soal pekerjaan, sapaan ringan di pagi hari, lalu tawa kecil yang entah kenapa selalu tertinggal lama di kepala. Namun, manusia memang sering kalah oleh kebiasaan. Dan aku mulai terbiasa mencarimu di setiap sudut ruangan.

Kadang aku bertanya dalam hati, bolehkah aku merindukanmu?

Sebab ada batas yang tidak boleh kulewati. Norma, keadaan, juga rasa takut membuat semuanya harus tetap tersimpan rapi. Aku hanya bisa menjadi seseorang yang diam-diam menunggu kesempatan bertemu, meski hanya beberapa menit.

Akhir-akhir ini kau berubah.

Tatapanmu tak lagi selama dulu. Langkahmu seperti sengaja menghindar ketika aku datang. Tetapi anehnya, di waktu lain kau justru mencari alasan kecil untuk berbicara denganku.

“File kemarin masih ada, Pak?”

Padahal file itu sudah lama diterima.

Hal-hal sederhana seperti itu membuat harapanku hidup sebentar, lalu tenggelam lagi.

Sore itu, saat semua orang pulang lebih dulu, aku melihatmu berdiri di dekat pintu. Wajahmu tampak ragu.

“Jadi mutasi kemana, Pak?,” Tanyamu pelan.

Dadaku seperti runtuh tanpa suara.

Aku tersenyum, meski terasa berat. “Oh… belum ada kabar lagi.”

Kau mengangguk kecil, lalu menatapku beberapa detik lebih lama dari biasanya.

“Aku kira… .”

Kalimatnya terputus. Tidak ada satu pun hari belakangan ini yang terasa biasa. Tetapi lidahku pun kelu.

Akhirnya aku hanya mampu berkata dalam hati:

Kalau merindukanmu saja tidak boleh, lalu harus ke mana kusembunyikan rasa ini?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post