Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DUKUNGAN SEMESTA UNTUK PENDIDIKAN
Pendidikan Semesta Mendukung

DUKUNGAN SEMESTA UNTUK PENDIDIKAN

Anomali cuaca mengajarkan satu hal bahwa musim bisa bergeser tanpa aba-aba. Bisa jadi hujan turun di waktu kemarau. Panas datang saat seharusnya teduh. Rupanya, dunia pendidikan pun pelan-pelan mengalami gejala serupa. Peran yang dahulu jelas batasnya, kini melebar, merembes, bahkan kadang tumpang tindih.

Guru yang sejatinya lahir dari rahim profesi kini sering dituntut menjelma bak CEO. Bukan sekadar pemimpin pembelajaran, tetapi juga manajer administrasi, pengelola citra, pemburu target, pengendali angka, penjaga karakter, hingga peredam segala gejolak. Ia harus bijak, cekatan, visioner, inovatif, dan nyaris tanpa cela. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi seolah perusahaan yang wajib terus “menjual mutu.”

Di titik ini, paradoks mulai terasa. Ketika guru dituntut sempurna mengurus murid, publik kadang lupa bahwa guru juga manusia. Bahkan lebih dulu hakikat manusianya ketimbang gurunya. Ia bisa letih, bisa salah, bisa bingung di tengah regulasi yang kerap berubah lebih cepat daripada kesiapan pelaksanaannya.

Di ruang kelas mereka diminta menjadi pendidik, motivator, sahabat, teladan, inovator digital, sekaligus penyelesai problem sosial murid. Namun, di rumah, mereka tetap orang tua, anak, pasangan, dan warga masyarakat. Guru adalah manusia biasa yang juga bergulat dengan hidupnya sendiri.

Ironisnya, sistem sering menuntut fisik bekerja seperti mesin, sementara hati nurani tetap diwajibkan hangat tanpa batas.

Pendidikan memang memerlukan standar, tetapi jangan sampai standar menghapus kesadaran bahwa sekolah dibangun oleh manusia, bukan robot. Kualitas tidak selalu lahir dari tekanan, tetapi dari ekosistem yang sehat.

Sekali lagi, guru juga manusia. Sebelum menuntut mereka menjadi luar biasa, barangkali yang lebih mendesak adalah memastikan semesta mendukung mereka untuk bisa menjadi manusia seutuhnya. Sebab pendidikan terbaik lahir bukan dari kesempurnaan peran, melainkan dari kewarasan manusia dalam menjalankan tanggung jawab kemanusiannya. Salam!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post