Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
UPACARA KELULUSAN TIDAK SEKADAR SEREMONI PURNA WIYATA, TETAPI JUGA PENGUATAN LITERASI
Literasi memperkuat gizi

UPACARA KELULUSAN TIDAK SEKADAR SEREMONI PURNA WIYATA, TETAPI JUGA PENGUATAN LITERASI

Kelulusan sejatinya bukan sekadar penanda berakhirnya masa belajar di sebuah jenjang pendidikan. Lebih dari itu, kelulusan adalah perayaan atas proses panjang yang telah ditempuh peserta didik dalam menumbuhkan pengetahuan, karakter, dan kemampuan mengekspresikan diri. Semangat itulah yang mewarnai Upacara Kelulusan Putra Bahari SMPN 1 Muncar pada 30 Mei lalu.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni purna wiyata bagi peserta didik Kelas IX yang telah menuntaskan masa belajar mereka, tetapi juga menjadi panggung penguatan literasi tulis dan baca. Di tengah arus informasi yang bergerak begitu cepat, kemampuan membaca dan menulis menjadi bekal penting untuk menavigasi masa depan.

Dalam kesempatan itu, diluncurkan dua buku karya peserta didik. Buku pertama adalah antologi puisi berjudul Di Bawah Jemari yang Mengikat Janji, karya solo Ananda Wahyu Triana Risnanti Putri. Karya ini menunjukkan kedalaman perenungan yang melampaui usianya. Sebagaimana disampaikan Samsudin Adlawi, pemuisi nasional yang memberikan pengantar buku tersebut, pembaca dapat menangkap keluasan pandangan dan kepekaan penulis muda ini terhadap lingkungan, dunia pendidikan, hingga dinamika kehidupan orang dewasa.

Buku kedua merupakan kumpulan cerpen hasil kerja kolaboratif seluruh warga Kelas IXH di bawah pendampingan guru Bahasa Indonesia, Dewi Sartika, dkk. Kehadiran buku ini menjadi bukti bahwa literasi dapat tumbuh subur ketika peserta didik diberi ruang untuk berkarya dan menyuarakan gagasannya. Seperti yang disampaikan Ketua Komite Sekolah, anak-anak akan mampu mengekspresikan isi hati dan perasaannya dengan baik ketika menemukan ruang dan waktu yang tepat.

Dua buku yang lahir dari tangan peserta didik tersebut menjadi penegas bahwa literasi bukan sekadar program, melainkan ruh yang menghidupkan proses pendidikan. Dari membaca lahir pemahaman, dari menulis lahir peradaban. Dan dari sekolah yang menumbuhkan literasi, akan lahir generasi yang mampu berpikir, berkarya, dan memberi makna bagi kehidupan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post