Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KITA MASIH PRAMUKA?
Aku Masih Praja Muda Karana?

KITA MASIH PRAMUKA?

Semua kita yang pernah bersekolah tentu tidak asing dengan Praja Muda Karana. Bagi sebagian orang, Pramuka adalah kenangan tentang tepuk tangan, api unggun, halang rintang, masak rimba, dan cerita-cerita sederhana yang menghangatkan masa sekolah.

Namun, Pramuka seharusnya tidak berhenti sebagai nostalgia. Tri Satya dan Dasa Darma bukan sekadar teks yang dulu membuat kita enggan datang latihan karena belum hafal. Keduanya adalah janji dan nilai yang semestinya menjelma menjadi perilaku.

Maka, setiap 14 Agustus, para kakak patut menundukkan kepala sejenak. Bukan sekadar untuk merayakan, melainkan untuk bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita setia pada janji? Sudahkah kita mengamalkan Dasa Darma dalam kehidupan nyata? Jika belum, pantaskah kita masih menyebut diri sebagai Pramuka?

Di sinilah kritik terhadap peringatan Hari Pramuka perlu ditegakkan. Jangan sampai seremoni, seragam, atribut, dan unggahan media sosial lebih ramai daripada praktik keteladanan. Pramuka harus melahirkan generasi yang disiplin, tangguh, peduli, mandiri, dan berani berbuat baik.

Mari menjadikan Pramuka sebagai gerakan nyata. Dari Banyuwangi, kita rawat semangat Tandyang Bareng untuk menjaga negeri melalui karya, keteladanan, dan pengabdian.

Selamat Hari Jadi Pramuka ke-65.

Salam Pramuka!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post