SADE, DESA ADAT YANG TINGGAL KENANGAN?
Buka-buka galeri, saya menemukan kembali foto kunjungan ke Desa Adat Sade, Lombok. Saat itu saya percaya bahwa tradisi tidak harus disimpan di museum. Rumah adat, lumbung, tata ruang, pakaian, kebiasaan, dan keramahan masyarakat menjadi bukti bahwa modernitas belum sepenuhnya menghapus jejak leluhur.
Namun kini muncul pertanyaan, apakah Sade masih menjadi desa adat, atau adat perlahan berubah menjadi pertunjukan?
Pariwisata memang memberi kehidupan. Sade dikenal luas, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan budaya dapat diperkenalkan kepada wisatawan. Tetapi ada kegelisahan ketika rumah adat menjadi latar wisata, pakaian menjadi atribut, kerajinan menjadi komoditas, dan cerita leluhur sekadar menjadi narasi yang diulang.
Jangan-jangan yang kita pertahankan hanya bentuk luarnya, bukan nilai dan ruhnya.
Sebab budaya bukan sekadar rumah, pakaian, atau pertunjukan. Budaya adalah cara manusia memaknai dan menjalani kehidupan.
Masyarakat adat tentu berhak berkembang dan mengikuti zaman. Namun modernisasi jangan sampai menghilangkan akar identitas. Adat harus tetap menjadi ciri khas kehidupan masyarakat setempat, bukan sekadar tontonan.
Kini Sade tinggal kenangan. Rumah-rumah adatnya dilahap api. Kini wisatawan datang bukan lagi sekadar untuk mengagumi, tetapi juga untuk menyampaikan duka. Foto-foto yang memenuhi media sosial pun berubah menjadi dokumentasi tentang abu dan kehilangan.
Kita berharap Sade bangkit kembali, bukan hanya rumahnya, tetapi juga keluhuran budi dan karakter adat budayanya.
Sebab sebuah desa adat tidak mati ketika rumahnya habis dilahap api. Justru ia mati ketika rumah masih berdiri, tetapi nilai-nilai yang menghidupinya telah hilang.
Sade adalah cermin, apakah kita benar-benar menjaga warisan leluhur, atau hanya memanfaatkannya sebelum akhirnya tinggal kenangan?Bagaimana pula dengan Desa Adat Kemiren?
Salam takzim!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
