Lailatul Ijtima MWC NU Pademawu Ngaji Organisasi, Ngopi Strategi
Pademawu, 13 Januari 2026 – Selasa malam Rabu, lantai 2 Kantor MWC NU Pademawu tampak lebih hidup dari biasanya. Bukan karena ada konser dangdut, tapi karena digelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang mempertemukan seluruh elemen struktural NU se-Kecamatan Pademawu.
Undangan yang hadir lengkap dan “berat-berat”:
· Seluruh pengurus MWC NU Pademawu
· Ketua lembaga dan banom
· Rais dan Ketua PRNU se-Kecamatan Pademawu
· Kepala BMT NU Mandiri Pademawu
Suasana terasa guyub, akrab, tapi tetap serius. Bahasa ilmiahnya: forum strategis berbasis silaturrahim. Bahasa NU-nya: ngaji organisasi sambil ngopi.
Bahasan Strategis: Bukan Sekadar WacanaForum Lailatul Ijtima’ kali ini membahas empat agenda penting:
1. Rencana Teknis Mujahadah PWNU Jawa Timur di Kanjuruhan MalangPeserta membedah secara detail teknis keberangkatan, koordinasi jamaah, hingga kesiapan PRNU. Intinya: warga NU Pademawu siap hadir, siap tertib, dan siap barokah.
2. Penertiban PRNU Terkait MusranMWC NU menegaskan pentingnya Musyawarah Ranting (Musran) sebagai ruh demokrasi NU. Bukan sekadar formalitas, tapi tertib administrasi, tertib struktur, tertib niat berkhidmah. Bahasa halusnya; penataan. Bahasa jujurnya; ayo dirapikan bareng-bareng.
3. Menyambut Konfercab PCNU PamekasanForum juga membahas kesiapan menyongsong Konferensi Cabang PCNU Pamekasan. Harapannya delegasi solid, membawa aspirasi bawah, dan tetap adem meski beda pilihan
Karena NU itu beda pendapat biasa, beda niat jangan.
4. Pemberdayaan Ekonomi MWC NU PademawuNah ini bagian yang bikin mata melek: Ekonomi warga NU.
Dibahas peran BMT NU Mandiri, usaha jamaah, potensi kolaborasi antar ranting. Tujuannya jelas, NU tidak hanya kuat secara amaliyah, tapi juga mandiri secara ekonomi.
Suasana ForumDiskusi berlangsung hangat, santai, tapi tetap focus. Kadang serius, kadang diselingi guyon khas NU. Karena kalau rapat NU tanpa tawa, itu patut dicurigai. Namun saat masuk keputusan, semua kembali khidmat. Ini bukti NU bisa santai tapi tidak asal-asalan.
PenutupLailatul Ijtima’ malam itu bukan sekadar agenda rutin, tapi menjadi ruang konsolidasi, ruang evaluasi, ruang menyusun langkah strategis ke depan. Semoga hasil pertemuan ini membawa kekuatan organisasi, kerapian struktur, dan keberkahan Khidmah. Karena di NU kerja boleh capek, dompet boleh tipis, tapi semangat khidmah harus tetap tebal.
NU kuat, warga rukun, jam’iyah maju.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
