Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Lailatul Ijtima PRNU Tanjung Banom Variatif, dan Ansor yang Buka Toko Sampai Kiamat
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Lailatul Ijtima PRNU Tanjung Banom Variatif, dan Ansor yang Buka Toko Sampai Kiamat

Tanjung, Pademawu – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tanjung kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam Ahad, 24 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib, dengan tingkat kehadiran pengurus dan anggota yang tergolong cukup menggembirakan.

Berdasarkan buku daftar hadir, tercatat 27 orang peserta mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Jumlah ini menunjukkan bahwa denyut jam’iyah NU di tingkat ranting masih terjaga, meski dinamika keaktifan banom mengalami pasang surut yang—kalau diteliti lebih jauh—cukup menarik untuk kajian sosial ke-NU-an.

Dari unsur banom, tampak hadir perwakilan Muslimat NU dan Fatayat NU yang tetap setia membersamai kegiatan jam’iyah. Sementara itu, GP Ansor belum dapat berpartisipasi. Ketua Ansor setempat diketahui sedang melakukan urbanisasi ke Jakarta dan bekerja sebagai penjaga toko Madura yang konon buka 24 jam nonstop. Bahkan beredar hipotesis populer di kalangan jamaah: seandainya kiamat terjadi besok sore, besar kemungkinan penjaga toko masih meminta izin kepada Malaikat Israil untuk buka toko sampai siangnya dulu. Sebuah fenomena ekonomi perantauan yang patut dicatat secara ilmiah dan humoris.

Dari banom pelajar, IPNU juga belum dapat aktif karena ketuanya telah pindah kabupaten ke Bangkalan untuk melanjutkan studi. Sementara IPPNU mengalami fase “transisi sakral”, di mana ketuanya sudah tidak aktif karena bersiap memasuki jenjang kehidupan baru: pernikahan. Sebuah fase yang secara sosiologis sering kali membuat aktivitas organisasi harus mengalah sementara.

Adapun rangkaian acara Lailatul Ijtima’ berlangsung sebagaimana tradisi NU pada umumnya, yaitu:

1. Pembacaan Surat Al-Fatihah

2. Istighasah

3. Tahlil

4. Do’a

5. Pembacaan kitab

6. Amanat Rais Syuriyah

7. Sambutan dan informasi dari Ketua Tanfidziyah

8. Ditutup dengan makan bersama, sebagai bentuk penguatan ukhuwah dan strategi mempertahankan jamaah hingga acara benar-benar selesai.

Dalam amanatnya, Rais Syuriyah menekankan pentingnya menjaga istiqamah kegiatan jam’iyah sebagai benteng tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah perubahan zaman. Sementara Ketua PRNU menyampaikan beberapa informasi organisasi serta ajakan untuk terus merawat kebersamaan, meski dengan kondisi banom yang belum sepenuhnya lengkap.

Secara umum, pelaksanaan Lailatul Ijtima’ PRNU Desa Tanjung berjalan lancar, tertib, dan penuh kehangatan. Kehadiran 27 jamaah menjadi bukti bahwa meskipun sebagian kader sedang merantau, kuliah, atau bersiap menikah, NU tetap hidup karena yang hadir datang dengan niat, bukan sekadar absen formal

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post