Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Musyawarah Ranting dan Pelantikan PRNU Padelegan Periode 20252030
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Musyawarah Ranting dan Pelantikan PRNU Padelegan Periode 20252030

Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran) yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Padelegan dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung pada malam hari dengan suasana khidmat, tertib, namun tetap hangat dalam balutan kekeluargaan khas warga Nahdlatul Ulama.

Acara dihadiri oleh jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pademawu, yakni Kyai Ali Rahbini selaku Rais, Kyai Siddik Abubakar selaku Ketua, Ustadz Nasir selaku Wakil Sekretaris, serta tambahan kehadiran Ustadz Zeini yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris MWCNU. Kehadiran para pengurus MWCNU ini menegaskan keseriusan pendampingan struktural terhadap proses regenerasi kepemimpinan NU di tingkat ranting.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan penjelasan mekanisme musyawarah. Setelah itu, laporan kepengurusan periode sebelumnya disampaikan dan diterima oleh forum sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi. Proses musyawarah kemudian berlanjut pada tahapan penjaringan dan penetapan pimpinan ranting untuk masa khidmat berikutnya.

Melalui musyawarah mufakat yang berlangsung dinamis namun tetap tertib, forum menetapkan susunan pimpinan PRNU Padelegan periode 2025–2030. Terpilih sebagai Rais adalah Kyai Maulana Ishak, yang dikenal sebagai figur baru dalam kepemimpinan ranting, sementara jabatan Ketua kembali diamanahkan kepada Kyai Abdul Qodir, sosok lama yang dinilai masih mendapat kepercayaan kuat dari warga nahdliyin setempat. Perpaduan “orang baru dan orang lama” ini menjadi simbol kesinambungan sekaligus pembaruan dalam tubuh organisasi.

Prosesi pelantikan dilaksanakan secara resmi dan khidmat oleh unsur MWCNU. Meski acara berlangsung serius, suasana tetap cair dengan canda dan tawa ringan khas NU yang sesekali muncul, menandakan kuatnya ikatan kekeluargaan antarjamaah dan pengurus.

Adapun satu “insiden organisatoris” yang patut dicatat secara ilmiah namun santai adalah ketidakhadiran Sekretaris MWCNU Pademawu, Maskurdi, yang sejatinya berencana hadir. Namun, rencana tersebut harus ditunda karena kendala kesehatan, yakni pasca operasi kaki kanan, sementara kaki kiri belum siap diajak kompromi untuk berjalan. Dengan kata lain, semangat hadir sudah sampai lokasi, tetapi fisik masih tertinggal di rumah untuk pemulihan.

Secara keseluruhan, kegiatan Musyawarah Ranting dan Pelantikan PRNU Padelegan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keakraban. Diharapkan, kepengurusan baru periode 2025–2030 mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik, menjaga tradisi, serta memperkuat peran NU di tengah masyarakat Padelegan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post