Musyawarah Ranting PRNU Bunder dan Pelantikan Pengurus Periode 20252030
Pada Senin malam Selasa, 19 Januari 2026, ketika sebagian pengurus MWC NU Pademawu masih berjuang menyelesaikan Musran PRNU Majungan, sebagian lainnya sudah berpencar menjalankan tugas organisasi. Di waktu yang sama, MWC NU Pademawu juga menghadiri Musyawarah Ranting PRNU Bunder. Malam itu benar-benar malam produktif: satu organisasi, dua lokasi, semangat tetap satu.
Hadir mewakili MWC NU Pademawu ke PRNU Bunder, yaitu:
· KH. Ali Rahbini
· KH. Sidik Abubakar
· Ust. Nasir
Rumah yang menjadi lokasi acara tampak ramai namun tertib. Hadiri duduk bersila rapi, kopi dan teh setia menemani diskusi, dan udara malam menambah khidmat suasana musyawarah.
Musyawarah Ranting dipimpin langsung oleh KH. Sidik Abubakar selaku Ketua. Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun santai, beliau mengarahkan jalannya sidang. Proses musyawarah berjalan sistematis dan tidak jauh berbeda dengan mekanisme Musran di tempat lain: demokratis, terbuka, dan penuh pertimbangan.
Tahapan musyawarah dilakukan secara runtut, mulai dari pembahasan evaluasi kepengurusan sebelumnya, hingga masuk pada agenda pemilihan Rais dan Ketua. Berbeda dengan Musran di Majungan yang ganti total, di PRNU Bunder justru terjadi fenomena langka: Rais tetap orang lama, Ketua tetap orang lama Ibarat kata, tidak ganti mesin, tapi tetap ganti oli dan diservis.
Setelah hasil pemilihan disepakati, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus yang dipimpin langsung oleh KH. Ali Rahbini selaku Rais. Suasana pelantikan berlangsung khidmat. Para pengurus berdiri rapi, mengucapkan ikrar dengan penuh kesungguhan, menandai dimulainya masa khidmat periode 2025–2030.
Dalam sambutan Ketua terpilih, muncul kalimat yang langsung mencuri perhatian dan senyum jamaah:
“Ini mesin lama, tapi kami berharap tampilannya baru.”
Sontak hadirin tersenyum. Pernyataan tersebut sederhana tapi penuh makna. Artinya, meski orangnya sama, semangatnya harus berbeda. Program harus lebih segar, kerja harus lebih cepat, dan pelayanan kepada jamaah harus lebih maksimal. Mesin lama, tapi upgrade sistem!
Secara keseluruhan, Musran PRNU Bunder berlangsung tertib, lancar, dan penuh keakraban. Tidak ada ketegangan, tidak ada drama. Semua berjalan sesuai mekanisme organisasi. Suasana kekeluargaan terasa kental, namun tetap dalam koridor ilmiah dan struktural.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa di NU, pergantian pengurus bukan sekadar soal ganti orang, tapi soal menjaga kesinambungan perjuangan. Kadang perlu wajah baru, kadang cukup semangat baru. Yang penting, tujuannya tetap sama: khidmat untuk jam’iyah dan jamaah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
