Musyawarah Ranting PRNU Desa Jarin Bulan Sabit, Undangan Bertubi-tubi, dan Kader yang Mas
Jarin, Pademawu – Sabtu malam Ahad, 24 Januari 2026, Desa Jarin menjadi salah satu titik penting denyut organisasi Nahdlatul Ulama. Malam itu cuaca cerah, angin bersahabat, dan bulan sabit bersinar temaram di ufuk barat tepat setelah adzan Isya’ selesai dikumandangkan. Suasana religius terasa, meski di balik layar pengurus MWC NU Pademawu sedang mengalami “ujian logistik”.
Bagaimana tidak, pada malam yang sama terdapat tiga undangan penting yang harus dihadiri: Musyawarah Ranting (Musran) PRNU Desa Jarin, Musran PRNU Desa Tambung, dan Lailatul Ijtima’ di Desa Tanjung. Sementara jumlah pengurus terbatas, dan semuanya sama-sama penting. Akhirnya, rapat kilat pun terjadi: bukan rapat formal, tapi rapat insting dan rasa tanggung jawab.
Pembagian tugas pun dilakukan dengan penuh keikhlasan (dan sedikit kepasrahan). Maskurdi (Sekretaris) dan Ust. Zeini meluncur ke Desa Tanjung untuk menghadiri Lailatul Ijtima’. KH. Juhari dan Ust. Agus ditugaskan menghadiri Musran PRNU Desa Jarin. Sementara KH. Sakrani dan Ust. Nasir menuju Desa Tambung. Adapun dua petinggi nomor satu MWC NU Pademawu, Ketua K. Siddik Abubakar dan Rais Syuriyah KH. Ali Rahbini, harus absen karena ada undangan pribadi: acara mantenan tetangga. NU boleh penting, tapi menjaga tetangga juga bagian dari akhlak sosial.
Musyawarah Ranting PRNU Desa Jarin sendiri berlangsung sederhana namun penuh kejujuran. Hasilnya bisa ditebak: pengurus lama kembali menjabat. Bukan karena terlalu nyaman, melainkan karena memang belum ada orang lain yang siap. Regenerasi tersendat, kaderisasi belum menemukan momentumnya.
Program pengkaderan, termasuk Pendidikan Dasar Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) di Desa Jarin, belum berjalan sesuai harapan. Kader yang muncul bisa dihitung dengan jari, itupun satu dua orang saja. Sementara sebagian besar pengurus NU yang ada sudah sepuh, penuh hikmah dan pengalaman, namun tidak lagi bisa menjadi “mesin penggerak” yang mobile dan gesit mengikuti tuntutan zaman digital yang serba cepat.
Meski demikian, PRNU Desa Jarin belum menyerah. Dengan segala keterbatasan, para pengurus tetap mati-matian mempertahankan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
