PC Pergunu Pamekasan di Malam Penganugerahan Madura Award 2025
PAMEKASAN – Senin malam Selasa, 29 Desember 2025, menjadi saksi bisu betapa "elastisnya" waktu di Madura. Delegasi PC Pergunu Pamekasan memenuhi undangan prestisius dari Radar Madura dalam perhelatan Madura Award 2025 yang digelar di Hotel Azana. Acara yang dijadwalkan secara teoritis pada pukul 19.00 WIB, secara empiris baru dimulai pada pukul 20.10 WIB, sebuah fenomena rubber time yang sukses diuji secara klinis malam itu.
Menunggu dalam Harmoni Selama masa tunggu (lewat satu jam dari jadwal), para tamu undangan, termasuk jajaran Pergunu, disuguhi hiburan penyanyi dan orgen tunggal. Secara sosiologis, ini adalah langkah mitigasi yang cerdas dari panitia agar kadar hormon kortisol (stres) para tamu tidak meningkat akibat lapar dan menunggu. Musik yang mengalun berhasil mengubah suasana lobi hotel menjadi laboratorium sosial yang cair, di mana para pendidik dari Pergunu bersanding dengan rekan-rekan dari PGMIN, PGMM, dan PGIN. Tembakau dan KesejahteraanTema yang diangkat tahun ini sangat "beraroma" lokal namun punya dampak makroekonomi yang serius: "Tembakau Madura Menyejahterakan Masyarakat Madura." Sebuah tema yang secara ilmiah mengakui peran komoditas emas hijau sebagai pilar ketahanan ekonomi akar rumput di Pulau Garam.
Panggung utama didesain dengan tingkat kemeriahan yang tinggi, cukup untuk membuat mata yang mengantuk karena menunggu langsung segar kembali (efek stimulasi visual yang masif).
Dari Birokrasi hingga "Sultan"Malam itu, panggung Madura Award dipenuhi oleh tokoh-tokoh dengan indeks pengaruh yang luar biasa:
· Kuartet Kepala Daerah: Bupati Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan kompak hadir menerima penghargaan. Ini membuktikan bahwa sinergi antar-kabupaten di Madura bukan sekadar mitos urban.
· Tokoh Provinsi: Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Dardak, turut hadir menerima penghargaan, memberikan validasi bahwa Madura adalah variabel penting dalam rumus kemajuan Jawa Timur.
· Para "Sultan" dan Pengusaha: Kehadiran para pengusaha rokok dan sosok yang dijuluki "Sultan-Sultan Madura" menambah bobot ekonomi pada acara tersebut. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sirkulasi modal di Madura memang berputar kencang di sekitar sektor tembakau.
Pendidikan di Tengah ElitKehadiran PC Pergunu Pamekasan di antara para Ketua DPRD, Kepala Dinas, dan Kasi menunjukkan bahwa sektor pendidikan (kaum sarungan yang intelektual) memiliki posisi tawar yang setara dengan birokrasi. Meskipun acara ini kental dengan nuansa ekonomi dan politik, kehadiran organisasi profesi pendidikan memberikan keseimbangan moral: bahwa di balik kesejahteraan tembakau, ada kualitas SDM yang harus terus dididik oleh para guru.
Madura Award 2025 bukan sekadar ajang bagi-bagi piala, melainkan sebuah simposium sosial yang mempertemukan pemegang kebijakan, pemilik modal, dan penggerak pendidikan. Meskipun acara dimulai dengan "akselerasi yang agak terlambat," namun secara substansi, acara ini berhasil memotret optimisme Madura di masa depan.
Bagi PC Pergunu Pamekasan, menghadiri acara ini adalah bukti nyata bahwa guru tidak hanya ahli dalam mengoreksi tugas siswa, tapi juga mahir dalam melakukan observasi partisipatif di lingkungan elit Madura.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
