Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rapat Koordinasi MWC NU Pademawu Bersamaan Konferancab PAC GP Ansor
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Rapat Koordinasi MWC NU Pademawu Bersamaan Konferancab PAC GP Ansor

Pada Minggu, 18 Januari 2026, lantai 2 Gedung Kantor MWC NU Pademawu tampak lebih ramai dari biasanya. Selain menjadi lokasi pelaksanaan Konferancab PAC GP Ansor Pademawu, tempat tersebut juga digunakan oleh MWC NU Pademawu untuk menggelar rapat koordinasi bersama lembaga dan badan otonom (banom). Suasana gedung terasa hidup, penuh aktivitas organisasi, dan sarat semangat kebersamaan.

Rapat koordinasi berlangsung bersamaan dengan agenda Konferancab Ansor. Meski ruang dipenuhi berbagai kepentingan organisasi, suasana tetap tertib dan kondusif. Para peserta duduk melingkar, sebagian membawa catatan kecil, sebagian lain sesekali menyeruput kopi. Diskusi berjalan santai, namun tetap terarah dan fokus pada agenda yang dibahas.

Bahasan pertama dalam rapat adalah persiapan ziarah maqbarah yang akan dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Lokasi yang dituju adalah Pondok Pesantren Haqqul Yaqin dan Pondok Pesantren Rabah Tengghinah. Pembahasan berlangsung detail, mulai dari teknis acara hingga publikasi kegiatan. Dari hasil rapat, diputuskan bahwa:

· Banner kegiatan wajib dipasang sebagai identitas acara. Tugas ini dipercayakan kepada Ust Agus.

· Dokumentasi dan pemberitaan kegiatan menjadi tanggung jawab Maskurdi, agar kegiatan tidak hanya berjalan, tetapi juga tercatat dalam sejarah organisasi.

· Narahubung resmi dengan kedua pondok pesantren ditugaskan kepada KH. Ali Rahbini, demi kelancaran koordinasi dan etika kelembagaan.

Keputusan tersebut disepakati bersama tanpa perdebatan panjang. Semua peserta menunjukkan sikap kooperatif dan saling mendukung.

Bahasan kedua beralih pada persiapan keberangkatan Mujahadah Qubro PWNU Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Malang. Suasana rapat semakin hangat ketika membicarakan teknis transportasi. MWC NU Pademawu memutuskan menyiapkan dua armada bus besar dengan kapasitas masing-masing 55 kursi. Satu bus diperuntukkan bagi jamaah perempuan, dan satu bus untuk jamaah laki-laki.

Sebagai koordinator keberangkatan, rapat menunjuk Maskurdi. Pembagian bus ini sempat memancing canda dari salah satu peserta rapat yang menyebut bahwa bus laki-laki kemungkinan akan terasa “kering” karena hanya dipenuhi asap rokok. Celetukan tersebut disambut tawa peserta, mencairkan suasana tanpa mengurangi keseriusan rapat.

Titik kumpul keberangkatan ditetapkan di Masjid Sotok pada pukul 15.00 WIB. Rombongan akan berangkat bersama menuju pusat kota Pamekasan dan transit di Arek Lancor, sebelum bergabung dengan rombongan se-Kabupaten Pamekasan yang diperkirakan berjumlah sekitar 26 bus. Gambaran konvoi bus yang panjang itu menjadi simbol kekompakan jamaah NU dari berbagai wilayah.

Secara keseluruhan, rapat koordinasi MWC NU Pademawu berlangsung tertib, produktif, dan penuh keakraban. Setiap keputusan diambil secara musyawarah. Nuansa kekeluargaan terasa kuat, namun tetap dibingkai dengan pola pikir yang sistematis dan terencana. Rapat ini menunjukkan bahwa budaya organisasi NU tidak hanya rapi dalam administrasi, tetapi juga hangat dalam persaudaraan

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post