Dari Doa ke Nota Catatan Perjalanan Mujahadah Kubro
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, kegiatan Mujahadah Kubro yang dilaksanakan pada tanggal 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana Malang telah berjalan dengan lancar, penuh keberkahan, dan tentu saja penuh perjuangan.
Rombongan dari MWCNU Pademawu telah berangkat, mengikuti rangkaian acara, hingga kembali dengan selamat. Jamaah pulang membawa oleh-oleh spiritual berupa ketenangan hati, pahala, dan sedikit bonus rasa pegal-pegal yang insyaAllah juga bernilai ibadah.
Namun, sebagaimana kegiatan besar pada umumnya, setelah acara selesai bukan berarti semuanya selesai. Ada yang masih tersisa… bukan snack, bukan banner, bukan juga sandal yang tertukar, melainkan sisa tanggungan keuangan yang masih menempel manja dan setia.
SISA KEGIATAN (YANG MASIH SETIA MENEMANI)Adapun sisa kegiatan Mujahadah Kubro ini adalah terkait pembiayaan transportasi bus, yang masih menyisakan beban tanggungan bagi pengurus.
Biaya bus yang seharusnya dibayarkan adalah sebesar: Rp 6.800.000
Sedangkan dana transport dari peserta yang berhasil terkumpul hanya sebesar: Rp 1.950.000
Kemudian, pengurus MWCNU Pademawu telah memberikan subsidi dari kas MWCNU sebesar: Rp 2.000.000
Dengan demikian, total dana yang tersedia adalah: Rp 1.950.000 + Rp 2.000.000 = Rp 3.950.000
Sehingga masih terdapat kekurangan biaya bus sebesar: Rp 6.800.000 – Rp 3.950.000 = Rp 2.850.000
PINJAMAN LUNAK (TAPI REALITASNYA KERAS)Untuk menutup kekurangan tersebut, telah dilakukan pinjaman lunak oleh pengurus MWCNU Pademawu kepada personal Korlap sebesar: Rp 2.850.000
Pinjaman ini digunakan agar pembayaran ongkos bus tetap bisa diselesaikan dan rombongan tidak harus pulang jalan kaki sambil mujahadah tambahan di pinggir jalan.
Namun sampai laporan ini dibuat, pengurus MWCNU Pademawu masih harus nombo’i (menutupi kekurangan) karena dana tersebut masih menjadi tanggungan.
CATATAN LAPANGAN (NASIB PENGURUS NU)Beginilah nasib mengurusi NU dan warga NU. Sudah tidak digaji, masih harus keluar biaya. Kalau kata orang: kerja bakti, tapi ini levelnya sudah naik jadi kerja hati. Kalau orang lain kerja dapat uang, pengurus NU kerja dapat…nota, kuitansi, dan tagihan yang tidak mau pergi.
Tapi tidak apa-apa, karena perjuangan ini bukan untuk mencari dunia, melainkan untuk mencari ridha Allah, meskipun dunia kadang ikut minta ditraktir. Masih mending berkorban materi, yang lebih mengerikan terkadang harus berkorban materi sekaligus perasaan. Dan pada titik inilah para pengurus biasanya hanya bisa berkata:
“Ya Rabb… berilah kesabaran.”
PENUTUPDemikian laporan deskriptif sisa-sisa kegiatan Mujahadah Kubro MWCNU Pademawu pada tanggal 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana Malang.
Semoga kekurangan dana ini segera terselesaikan, dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran, maupun isi dompet.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
