Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kantor MWCNU Pademawu Satu Tempat, Tiga Acara, Banyak Cerita
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Kantor MWCNU Pademawu Satu Tempat, Tiga Acara, Banyak Cerita

A. Pendahuluan

Ahad, 15 Februari 2026, Kantor MWCNU Pademawu mendadak berubah fungsi menjadi pusat keramaian tingkat kecamatan, tanpa undangan resmi, tanpa banner besar, bahkan tanpa aba-aba “monggo kumpul”.

Sejak pagi, kantor MWCNU Pademawu seolah-olah menjadi pasar ide, terminal keberangkatan, sekaligus aula pertemuan, karena ada tiga kegiatan besar yang berlangsung secara bersamaan dalam satu waktu. Yang menarik, semuanya terjadi tanpa perencanaan bertabrakan, tapi tetap berjalan dengan rukun, damai, dan penuh canda khas warga NU.

B. Peserta yang Hadir

Keramaian kantor MWCNU hari itu dihadiri oleh:

1. Pengurus MWCNU Pademawu

2. Para Ketua dan Rais PRNU se-Kecamatan Pademawu

3. Pengurus dan anggota Muslimat NU PAC Pademawu serta PR Muslimat se-Pademawu

4. Paguyuban Guru RA/TK Muslimat se-Pademawu

5. Tim Albanjari Muslimat PAC Pademawu

Singkatnya: kantor MWCNU hari itu tidak sempat sepi, bahkan kursi pun ikut bingung.

C. Rangkaian Kegiatan 1. Kegiatan MWCNU dan PRNU: Persiapan Keberangkatan Konfercab

Pada hari tersebut, Pengurus MWCNU Pademawu bersama Ketua dan Rais PRNU se-Pademawu berkumpul untuk persiapan keberangkatan menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) NU Pamekasan, yang diselenggarakan di PP Bustanul Ulum Somber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan.

Namun karena aula sudah “di-booking” oleh Muslimat dan halaman sudah penuh tikar paguyuban, maka rombongan MWCNU dan PRNU memilih tempat paling strategis: trotoar kantor.

Duduknya pun sangat NU: asal-asalan tapi penuh keakraban. Yang penting rapat “terminal keberangkatan” kecil jalan, meskipun posisi duduk ada yang setengah jongkok, setengah nyender, dan setengah ngopi.

2. Kegiatan Muslimat NU: Pertemuan Rutinan Bulanan

Sementara itu, di Aula Kantor MWCNU lantai 2, berlangsung kegiatan rutinan bulanan Muslimat NU PAC Pademawu bersama PR Muslimat NU se-Pademawu.

Pertemuan ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, ditambah dengan hiburan dari kelompok albanjari Muslimat yang membuat suasana aula terasa seperti acara besar, meskipun sebenarnya ini rutinan bulanan.

Suara shalawat menggema, membuat suasana kantor MWCNU hari itu terasa: lebih syahdu dari biasanya, lebih ramai dari rapat pleno.

3. Kegiatan Paguyuban Guru RA/TK: Rapat Program Tahunan

Di sisi lain, di bagian halaman kantor, Paguyuban Guru RA/TK Muslimat se-Pademawu menggelar pertemuan penting membahas program kerja satu tahun ke depan.

Karena ruang kantor penuh dan aula dipakai Muslimat, maka rapat paguyuban berlangsung dengan cara paling merakyat: menggelar tikar di halaman kantor.

Suasana rapat berlangsung santai namun serius. Para guru RA/TK tampak kompak membawa semangat pendidikan, meskipun beberapa sesekali terganggu suara shalawat dari atas dan obrolan MWCNU dari trotoar.

Hari itu, kantor MWCNU benar-benar terasa seperti: “Gedung Serbaguna Versi NU: Apa Saja Bisa.”

D. Suasana Kegiatan

Secara umum, kegiatan hari itu berjalan lancar dan penuh warna. Kantor MWCNU Pademawu berubah menjadi markas besar kebersamaan, dengan pembagian lokasi yang unik:

· Lantai 2: Muslimat NU (aula, shalawatan, rapat rutinan)

· Halaman kantor: Paguyuban Guru RA/TK (rapat program sambil lesehan)

· Trotoar depan kantor: MWCNU & PRNU (kumpul persiapan Konfercab ala “rapat darurat penuh berkah”)

Bisa dibilang, hari itu kantor MWCNU menjadi: “Gedung 3 Zona: Zona Shalawat, Zona Pendidikan, dan Zona Konfercab.”

Walaupun tanpa perencanaan bersama, semuanya tetap berlangsung tertib dan penuh kekompakan. Ini menunjukkan bahwa budaya NU memang khas: tidak harus mewah, yang penting guyub dan barokah.

E. Penutup

Kegiatan pada Ahad, 15 Februari 2026 menjadi momen yang unik dan berkesan bagi seluruh pihak. Tanpa disengaja, Kantor MWCNU Pademawu menjadi saksi bahwa warga NU bisa berkumpul dalam berbagai agenda secara bersamaan tanpa saling mengganggu, justru saling menguatkan.

Hari itu membuktikan bahwa:

· Muslimat bisa rapat sambil shalawatan,

· Guru RA/TK bisa rapat sambil lesehan,

· MWCNU dan PRNU bisa rapat sambil duduk di trotoar, dan semuanya tetap berjalan dengan rukun, santai, dan penuh keberkahan.

Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kebersamaan NU yang terus hidup: “Rame boleh, tabrakan jadwal boleh, tapi rukun tetap nomor satu.”

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post