Minta Umur Sampai Ramadhan, Eh Pas Datang Malah Libur Ibadah
Jum’at, 13 Februari 2026 Tempat: Rumah K. Taufik Hidayat, Dusun Mondung, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu
Jum’at yang biasanya identik dengan hari penuh berkah, kali ini benar-benar terasa berkahnya dobel: berkah Jum’atnya, dan berkah kumpul-kumpulnya para pejuang ilmu di kegiatan Bahtsul Masail LBM MWCNU Pademawu yang dilaksanakan pada Jum’at, 13 Februari 2026, bertempat di kediaman K. Taufik Hidayat, Dusun Mondung, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu.
Sejak siang hingga sore, rumah tuan rumah tampak ramai. Anggota hadir sangat banyak, bahkan suasananya sudah mirip pengajian akbar: bedanya ini versi “akbar tapi serius”, karena yang dibahas bukan cuma kopi dan gorengan, tapi juga persoalan umat.
Dalam kegiatan ini, jajaran MWCNU Pademawu hadir lengkap, di antaranya Ketua MWCNU Pademawu Ky. Sidik Abubakar, Rais Syuriyah Ky. Ali Rahbini, beserta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut menambah semarak acara sekaligus menambah rasa “nggak enak kalau ngantuk”, karena yang hadir para masyayikh semua.
Rangkaian AcaraAcara berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan:
1. Pembacaan Al-Fatihah
2. Istighasah
3. Tahlil
4. Do’a bersama
Suasana istighasah dan tahlil terasa sangat mendalam. Jamaah kompak, bacaan tertib, dan suara “aamiin”-nya ramai. Pokoknya kalau malaikat absen hari itu, pasti malu sendiri.
Pembacaan Kitab: Keutamaan Bulan RamadhanSetelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan kitab yang disampaikan oleh Ky. Haqqul Yaqin, dengan tema utama tentang keutamaan bulan suci Ramadhan.
Dalam penjelasannya, Kyai menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan istimewa yang ditunggu-tunggu umat Islam, bahkan banyak orang yang dua bulan sebelum Ramadhan sudah berdoa dengan sungguh-sungguh:
“Ya Allah, panjangkan umur kami sampai Ramadhan…”
Namun yang membuat jamaah sedikit “mringis sambil senyum” adalah kenyataan yang sering terjadi: setelah Ramadhan benar-benar datang, sebagian orang justru melewatinya dengan biasa-biasa saja.
Ada yang awalnya minta dipertemukan dengan Ramadhan, tapi setelah bertemu malah bersikap seperti bertemu teman lama yang tidak dianggap:
· puasanya bolong-bolong tanpa alasan,
· tarawihnya hilang entah ke mana,
· tadarusnya kalah oleh scroll HP,
· dan sahurnya lebih niat daripada ibadahnya.
Kalau kata orang NU: “Sebelum Ramadhan: nangis-nangis minta umur panjang. Pas Ramadhan: kok malah libur ibadah?” Ini lucu, tapi juga ngenes.
Tarawih dan Zakat Fitrah: Ibadah Eksklusif RamadhanDalam pemaparannya, Ky. Haqqul Yaqin juga menegaskan bahwa shalat tarawih merupakan ibadah yang sangat istimewa, karena:
· hanya ada di bulan Ramadhan,
· pahalanya besar,
· dan menjadi ciri khas umat yang benar-benar memuliakan bulan suci.
Tarawih ini bisa dibilang ibadah “musiman”, tapi jangan sampai pelakunya juga musiman. Karena tarawih itu bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari kemuliaan Ramadhan.
Begitu juga dengan zakat fitrah, yang menjadi ibadah khas Ramadhan menjelang Idul Fitri. Zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk pembersihan diri, penyempurna ibadah puasa, serta sarana berbagi kebahagiaan.
Manfaat Puasa yang Luar BiasaKyai juga menyampaikan bahwa puasa Ramadhan memiliki banyak manfaat, baik dari sisi spiritual maupun sosial, di antaranya:
· melatih kesabaran,
· meningkatkan ketakwaan,
· menumbuhkan rasa empati kepada kaum dhuafa,
· mendidik diri agar mampu mengendalikan hawa nafsu,
· serta memperkuat kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.
Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga latihan “menahan diri dari segala hal yang bikin dosa bertambah”.
PenutupKegiatan Bahtsul Masail LBM MWCNU Pademawu hari itu berjalan lancar, penuh ilmu, penuh barokah, dan penuh suasana khas NU: serius tapi tetap hangat, tegas tapi tetap santai, ilmiah tapi tidak kehilangan rasa kekeluargaan.
Acara ditutup dengan doa, serta harapan bersama agar umat Islam benar-benar mampu memuliakan bulan Ramadhan, bukan hanya menyambutnya dengan spanduk dan ucapan, tetapi juga dengan amal ibadah yang nyata.
Karena Ramadhan itu tamu agung. Kalau tamu agung datang, masa disambut dengan tidur?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
