Anak Yatim Jangan Sampai Ketiduran Pesan Penting dari Rapat Cek Kesiapan
“Anak Yatim Jangan Sampai Ketiduran: Pesan Penting dari Rapat Cek Kesiapan”
Menjelang pelaksanaan kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim yang akan digelar pada 7 Maret 2026 di halaman kantor PCNU Pamekasan, panitia kembali menggelar rapat cek akhir kesiapan. Rapat ini bertujuan memastikan semua bagian acara benar-benar siap, sehingga kegiatan berjalan lancar tanpa drama yang tidak perlu—terutama drama yang melibatkan anak-anak yatim yang menunggu terlalu lama.
Dalam rapat tersebut hadir Ketua SNNU Pamekasan bersama Ketua LAZISNU Pamekasan, yang memang dipercaya menjadi koordinator pelaksanaan santunan anak yatim pada acara tersebut.
Pada kesempatan itu, Ketua LAZISNU memaparkan perkembangan persiapan santunan dengan cukup detail. Menurut penjelasannya, jumlah anak yatim yang akan menerima santunan telah ditetapkan sebanyak 20 anak. Untuk memudahkan koordinasi, pencarian dan pendataan anak-anak yatim tersebut diserahkan kepada MWCNU Kota Pamekasan, mengingat lokasi mereka lebih dekat dengan kantor PCNU Pamekasan.
Soal paket santunan juga sudah dipersiapkan. Setiap anak akan menerima paket sembako senilai sekitar 100 ribu rupiah serta uang tunai sebesar 150 ribu rupiah. Dengan kata lain, santunan tersebut diharapkan dapat sedikit membantu kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Ramadan.
Namun di tengah penjelasan yang cukup serius itu, Ketua LAZISNU menyelipkan satu pesan penting kepada panitia inti—pesan yang disampaikan dengan nada santai namun sangat bermakna.
“Yang penting nanti acara seremonialnya jangan lama-lama atau kebanyakan sambutan,” ujarnya.
Pesan itu ternyata bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman kegiatan sebelumnya, anak-anak yatim yang hadir harus menunggu cukup lama sebelum santunan dibagikan. Akibatnya, sebagian dari mereka mulai terlihat mengantuk. Ada yang menguap, ada yang menunduk, bahkan ada yang hampir tertidur di kursinya.
“Kasihan mereka,” tambahnya sambil tersenyum.
Pernyataan itu langsung disambut tawa ringan oleh peserta rapat. Semua memahami maksudnya. Dalam banyak acara, kadang-kadang yang paling panjang justru bukan kegiatan utamanya, melainkan sambutan-sambutan yang jumlahnya bisa lebih banyak dari paket santunannya.
Karena itu, rapat cek kesiapan ini juga menjadi momen pengingat bagi panitia bahwa kegiatan santunan anak yatim seharusnya berlangsung hangat, sederhana, dan tidak bertele-tele. Yang terpenting bukan panjangnya acara, melainkan cepatnya kebahagiaan sampai ke tangan anak-anak yang menerimanya.
Dengan koordinasi antara SNNU Pamekasan, LAZISNU, dan panitia PCNU Pamekasan, diharapkan acara buka bersama dan santunan anak yatim pada 7 Maret nanti bisa berjalan lancar. Dan yang paling penting, anak-anak yatim pulang membawa santunan—bukan membawa kantuk.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
