Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Senyum Lebaran dari Lawangan Daya Saat Yatim Piatu Belanja Bahagia Bareng Lazisnu
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Senyum Lebaran dari Lawangan Daya Saat Yatim Piatu Belanja Bahagia Bareng Lazisnu

Ahad penuh berkah, 15 Maret 2026, suasana Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, terasa berbeda. Bukan karena pasar dadakan atau diskon besar-besaran, tapi karena hadirnya kegiatan penuh cinta dari Program Solidaritas Ramadhan 1447 H: Santunan Paket Baju Lebaran oleh Lazisnu PAC Pademawu.

Kalau biasanya santunan identik dengan “terima jadi”, kali ini beda, lho! Anak-anak yatim dan piatu justru diajak langsung ke toko pakaian. Iya, betul—mereka dipersilakan memilih sendiri baju, celana, bahkan sepatu yang mereka suka. Pokoknya, bebas gaya, bebas senyum!

Begitu sampai di toko, suasana langsung berubah jadi “fashion show mini versi penuh haru”. Ada yang bingung memilih karena semua terasa bagus, ada yang langsung jatuh hati pada satu baju, dan ada juga yang sambil senyum-senyum malu saat mencoba sepatu baru.

“Ini boleh yang ini, kak?” tanya seorang anak dengan mata berbinar.

“Boleh, Nak! Yang penting nyaman dan bikin kamu tambah semangat Lebaran!” jawab relawan dengan senyum hangat.

MasyaAllah… sederhana, tapi dalam. Bukan sekadar memberi pakaian, tapi memberi kesempatan untuk merasakan kebahagiaan memilih. Sesuatu yang mungkin jarang mereka rasakan.

Para relawan Lazisnu pun tampak menikmati setiap momen. Mengantar, mendampingi, bahkan sesekali ikut memberi saran gaya—walau kadang seleranya beda tipis-tipis, yang penting tetap kompak dan penuh canda. Suasana pun jadi hangat, cair, dan penuh tawa kecil yang menenangkan hati.

Tak sedikit anak-anak yang terlihat sumringah setelah mendapatkan pilihannya. Senyum mereka seolah berkata, “Lebaran tahun ini, aku siap tampil percaya diri!” Dan bagi para relawan, itulah “bayaran” paling mahal—melihat mereka bahagia.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa berbagi tak harus selalu dalam bentuk materi semata, tapi juga dalam bentuk pengalaman dan perhatian. Seperti pepatah khas warga NU: “Sing penting manfaat, liyane urusan berkah!”

Di penghujung kegiatan, langkah kaki mungkin lelah, tapi hati terasa penuh. Karena hari itu, bukan hanya anak-anak yang dibahagiakan—para relawan pun ikut merasakan kebahagiaan yang tak bisa dibeli.

Lawangan Daya jadi saksi, bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga tentang menguatkan rasa peduli dan menebar cinta. Semoga senyum-senyum kecil hari itu menjadi bekal kebahagiaan di hari Lebaran nanti. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post