Siap Santunan, Asal Waktunya Jangan Kejepit Lagi
Pada sebuah rapat panitia persiapan kegiatan Gebyar Ramadan 2026 PCNU Pamekasan, suasana diskusi berlangsung cukup serius namun tetap hangat. Rapat tersebut membahas berbagai persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 7 Maret 2026 di halaman kantor PCNU Pamekasan, yang direncanakan berlangsung bersamaan dengan acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim.
Dalam rapat tersebut hadir pula Ketua Sarikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Cabang Pamekasan. Kehadirannya bukan sekadar sebagai peserta rapat biasa, melainkan sebagai bagian dari pihak yang didapuk menjadi koordinator kegiatan santunan anak yatim. Tugas ini tentu menjadi amanah tersendiri, terlebih kegiatan santunan tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi bersama LAZISNU.
Rapat berlangsung dengan agenda utama memastikan kesiapan setiap pihak yang terlibat. Panitia inti kemudian menanyakan secara langsung kepada pihak LAZISNU mengenai kesiapan pelaksanaan santunan anak yatim pada kegiatan tersebut.
Jawaban yang muncul cukup menarik dan disampaikan dengan nada setengah serius, setengah bercanda. Perwakilan LAZISNU mengatakan bahwa pada dasarnya mereka siap menjalankan kegiatan santunan tersebut. Namun ada satu catatan penting yang langsung disampaikan kepada panitia.
“Siap sih siap… tapi jangan seperti tahun kemarin.”
Kalimat itu langsung memancing perhatian peserta rapat. Lalu dijelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, santunan anak yatim sebenarnya sudah dipersiapkan dengan sangat matang. Mulai dari data penerima, paket santunan, hingga teknis pelaksanaan sudah siap. Namun ketika acara berlangsung, santunan tersebut tidak diizinkan dilaksanakan bersamaan dengan acara buka bersama.
Alasannya cukup klasik dalam dunia kepanitiaan: waktu acara tidak cukup atau, dalam istilah yang lebih populer di kalangan panitia, “waktunya tidak nutut.”
Pengalaman tersebut kemudian menjadi catatan penting dalam rapat persiapan kali ini. Oleh karena itu, pihak LAZISNU berharap agar panitia inti benar-benar memperhatikan manajemen waktu kegiatan, sehingga santunan anak yatim yang sudah dipersiapkan tidak kembali mengalami kendala serupa.
Diskusi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh semangat berbagi, tetapi juga oleh perencanaan waktu yang matang. Apalagi kegiatan Gebyar Ramadan 2026 PCNU Pamekasan ini dirancang sebagai momentum kebersamaan yang melibatkan berbagai unsur Nahdlatul Ulama, mulai dari lembaga hingga badan otonom.
Dengan koordinasi yang baik antara panitia inti, SNNU Pamekasan, dan LAZISNU, diharapkan kegiatan santunan anak yatim pada 7 Maret 2026 nanti dapat terlaksana dengan lancar, tepat waktu, dan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang menerima santunan.
Setidaknya, satu pelajaran penting sudah dicatat sejak rapat persiapan: kalau niat berbagi sudah siap, maka jadwal acaranya juga harus benar-benar siap.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
