RAPAT KOORDINASI MWC NU PADEMAWU SERIUS TAPI SANTAI, BERAT DI PROGRAM, RINGAN DI KONSUMSI
Rabu malam Kamis (29 April 2026), halaman Kantor MWC NU Pademawu tampak lebih “hidup” dari biasanya. Bukan karena konser dangdut atau bazar murah meriah, tapi karena digelarnya Rapat Koordinasi MWC NU Pademawu yang dihadiri oleh para pengurus harian, lembaga, hingga banom-banom. Pokoknya lengkap, dari yang senior sampai yang masih semangat-serem-serem hangat.
Acara ini dihadiri langsung oleh para punggawa MWC NU Pademawu, di antaranya Kiai Ali Rahbini selaku Rais dan Kiai Sidik Abubakar sebagai Ketua Tanfidziyah, beserta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran beliau-beliau ini tentu menambah khidmat suasana, meskipun tetap dibalut kehangatan khas warga NU—serius tapi tetap bisa guyon.
Seperti tradisi yang tak lekang oleh zaman, konsumsi rapat pun tetap setia pada “menu legendaris”: pisang rebus, singkong rebus, kripik singkong, lengkap dengan “buja cabbih” yang selalu berhasil mencairkan suasana. Kalau sudah begini, rapat terasa bukan sekadar forum koordinasi, tapi juga ajang silaturahmi perut.
Masuk ke inti acara, masing-masing lembaga memaparkan progres programnya. LPNU, misalnya, melaporkan kegiatan penyuluhan pertanian yang makin digandrungi warga, termasuk pelatihan pembuatan pupuk kompos dan bokashi—biar tanah subur, hasil panen makmur, dan dompet ikut makmur (amin).
Sementara itu, LKNU tidak mau kalah. Mereka aktif melakukan penelitian kesehatan serta penyuluhan kepada masyarakat. Tujuannya jelas: warga sehat, ibadah kuat, dan tidak gampang tumbang sebelum waktunya.
Dari sisi sosial, LAZISNU menunjukkan aksi nyata yang bikin hati hangat. Mulai dari santunan anak yatim dan dhuafa hingga layanan antar-jemput warga sakit ke rumah sakit. Pokoknya, kalau ada warga butuh bantuan, LAZISNU siap meluncur—tanpa sirine, tapi penuh kepedulian.
Dan inilah momen penting yang menjadi “highlight” rapat malam itu: disepakatinya pembentukan panitia pelaksana peringatan 1 Muharram 1448 H. Komando diberikan kepada RBT (Ra Badrut Tamam), yang siap menggerakkan roda kepanitiaan dengan penuh semangat dan, semoga, tanpa drama berlebihan.
Tak hanya wacana, malam itu juga langsung digelar aksi nyata berupa penggalangan dana. Hasilnya cukup mencengangkan: terkumpul dana partisipasi sebesar Rp 8.100.000 dari para peserta yang hadir. Ini bukti bahwa warga NU bukan hanya pandai rapat, tapi juga sigap urunan.
Rapat koordinasi pun ditutup dengan suasana penuh keakraban. Meski pembahasan cukup “berat”, suasana tetap ringan berkat canda tawa dan kebersamaan yang terjalin. Inilah wajah NU di tingkat bawah: guyub, sederhana, tapi penuh makna.
Semoga hasil rapat ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat Pademawu. Dan tentu saja, semoga “buja cabbih”-nya tetap lestari di setiap rapat berikutnya
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
