Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jalan Menanjak PC Pergunu Pamekasan
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Jalan Menanjak PC Pergunu Pamekasan

Dari Pantai Selatan Menuju Pantai Utara, Demi Organisasi dan Sambal Belacan

Kamis, 14 Mei 2026 menjadi salah satu hari bersejarah bagi rombongan pengurus PC PERGUNU Pamekasan. Bukan karena menemukan jalur tol baru di Madura, melainkan karena berhasil menaklukkan perjalanan lintas pegunungan demi menghadiri agenda silaturrahim rutin dua bulanan yang bertempat di rumah Ustadz Kholili, Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, kawasan pantai utara Pulau Madura.

Rombongan inti yang terdiri dari Ketua PC PERGUNU Pamekasan, Nur Kholis, Sekretaris Maskurdi, serta Muhammad Muhtar memulai perjalanan dari kawasan pantai selatan Madura. Jika di peta terlihat dekat, maka itu hanyalah tipu daya geografis. Faktanya, perjalanan ditempuh hampir dua jam menggunakan sepeda motor dengan medan yang sukses membuat tulang punggung ikut berdzikir.

Jalur menuju lokasi dapat dikategorikan sebagai “wisata ekstrem berbasis organisasi.” Jalanan naik turun pegunungan, tanjakan tinggi, turunan curam, tikungan tajam hampir 90 derajat, ditambah beberapa jalur yang membuat pengendara bertanya dalam hati:

“Ini jalan menuju silaturrahim atau jalur latihan pembalap Dakar?”

Bahkan, di beberapa titik tanjakan, sepeda motor sang sekretaris hampir menyerah pada keadaan. Mesin meraung, gas dipelintir penuh, sementara gravitasi tetap istiqamah menarik kendaraan ke bawah. Beruntung, berkat kombinasi doa, semangat organisasi, dan sedikit dorongan mental dari teman seperjalanan, rombongan akhirnya berhasil tiba dengan selamat sebagai kloter pertama.

Setibanya di lokasi, panitia menyambut dengan konsumsi pembuka yang sederhana namun penuh filosofi perjuangan: keripik singkong, pentol, dan saus tomat racikan sendiri alias made in sendiri. Ini membuktikan bahwa kemandirian pangan organisasi masih terjaga dengan baik.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, para pengurus lainnya mulai berdatangan. Ada yang datang dengan wajah segar, ada pula yang tampak seperti habis mengikuti ujian praktik mendaki gunung.

Acara kemudian dimulai dengan pembahasan serius namun tetap cair. Fokus utama diskusi adalah perencanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PC PERGUNU Pamekasan yang direncanakan akan digelar pada Februari 2027.

Beberapa poin penting yang menjadi hasil keputusan antara lain:

Menyiapkan langkah strategis agar seluruh PAC PERGUNU se-Pamekasan siap mengikuti konfercab. Memastikan legalitas dan masa berlaku SK kepengurusan PAC masih aktif dan sesuai ketentuan organisasi. Membahas teknis penjaringan kandidat calon ketua PC PERGUNU Pamekasan yang nantinya akan bersaing secara demokratis dalam konfercab.

Diskusi berlangsung hangat, ilmiah, penuh argumentasi, namun tetap khas organisasi guru Nahdliyin: serius tetapi sesekali diselingi humor yang membuat peserta tertawa sebelum kembali berpikir keras.

Dan seperti teori sosial yang telah teruji sejak zaman dahulu, tidak ada musyawarah yang benar-benar selesai sebelum konsumsi utama keluar.

Akhirnya, tibalah sesi yang paling ditunggu-tunggu umat manusia setelah rapat panjang: makan bersama.

Menu yang tersaji benar-benar menunjukkan bahwa pantai utara Madura tidak pernah main-main dalam urusan rasa. Tersedia ikan nila goreng krispi, sayur kuah bayam dan kelor, cumi-cumi, sekol kecambah dengan kelapa bakar parut, lengkap dengan ulekan garam cabai serta sambal belacan berlumur jeruk nipis.

Secara ilmiah, kombinasi menu tersebut mampu meningkatkan hormon kebahagiaan peserta rapat hingga berkali-kali lipat. Bahkan beberapa peserta yang sebelumnya tampak lelah akibat perjalanan, mendadak kembali berenergi setelah sambal pertama menyentuh nasi.

Kegiatan silaturrahim rutin ini tidak hanya mempererat hubungan antar pengurus, tetapi juga menjadi bukti bahwa perjuangan organisasi kadang memang harus melewati tanjakan terjal—baik secara harfiah maupun organisatoris. Namun selama masih ada kebersamaan, semangat perjuangan, dan sambal belacan, semuanya insyaallah bisa dilalui.

PERGUNU Pamekasan: kuat dalam gagasan, tangguh di tanjakan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post