Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bertawaf di Bangkalan Ikhtiar Panitia PHBI 1 Muharrom MWCNU Pademawu
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Bertawaf di Bangkalan Ikhtiar Panitia PHBI 1 Muharrom MWCNU Pademawu

Dalam rangka mempersiapkan kegiatan PHBI 1 Muharrom, panitia PHBI MWCNU Pademawu melakukan silaturrahim sekaligus sowan kepada KH Ma'ruf Khozin di Bangkalan, Madura.

Rombongan kecil namun penuh semangat ini terdiri dari Ketua Panitia, Badrut Tamam, Sekretaris Panitia Yulianto, serta didampingi Sekretaris MWCNU Pademawu Maskurdi. Mereka berangkat dari Pamekasan pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Secara teoritis dan berdasarkan hitung-hitungan optimistis ala orang Madura, perjalanan menuju Bangkalan seharusnya cukup ditempuh sekitar dua jam. Namun teori tinggal teori ketika bertemu realitas bernama Pasar Blega. Arus kendaraan yang padat membuat perjalanan melambat seperti sinetron yang episodenya sengaja dipanjang-panjangkan.

Cobaan belum berhenti di situ. Setelah berhasil lolos dari kemacetan, rombongan kembali diuji oleh teknologi modern bernama Google Maps. Aplikasi yang biasanya tampak cerdas itu mendadak seperti kehilangan arah hidup. Seharusnya kendaraan masih lurus sekitar 25 meter lagi sebelum belok kanan menyeberang jalan, tetapi petunjuk suara sudah lebih dulu memerintahkan belok.

Akibatnya, rombongan salah jalur dan justru semakin menjauh dari lokasi tujuan. Bukannya mendekat ke rumah kiai, malah muter cukup jauh hingga diperkirakan mencapai 15 kilometer tambahan.

“Ini namanya bertawaf,” celetuk salah satu rombongan.

“Bedanya, kalau di Makkah dapat pahala umrah, kalau di Bangkalan dapat bonus pegal pinggang.”

Meski demikian, suasana perjalanan tetap cair dan penuh canda. Kekeliruan arah justru menjadi bahan tawa sepanjang perjalanan. Di tengah kebingungan mencari lokasi, Allah menghadirkan pertolongan dengan cara yang sederhana namun mengesankan.

Di pinggir tegalan, rombongan bertemu seorang bapak sederhana dengan sabit rumput di tangan. Sosok yang kemudian dijuluki “malaikat berwajah penyabit rumput” itu dengan ramah menunjukkan arah. Bahkan beliau rela ikut naik mobil untuk mengantar langsung menuju lokasi tujuan.

Dan benar saja, ternyata rumah KH Ma'ruf Khozin sudah sangat dekat. Hanya sekitar 50 meter lagi.

Setelah sampai dan bersua dengan beliau, suasana pertemuan berlangsung hangat, santai, namun tetap penuh makna. Obrolan mengalir ringan, sesekali diselingi tawa, tetapi inti pembicaraan tetap serius mengenai maksud dan tujuan kedatangan panitia PHBI 1 Muharrom.

Kurang lebih 15 menit pertemuan berlangsung. Maksud tersampaikan, tujuan tercapai, dan silaturrahim pun terjalin dengan baik. Setelah itu rombongan pamit kembali ke Pamekasan dengan hati lega, meski masih menyisakan cerita “tawaf Bangkalan” yang tampaknya akan dikenang cukup lama.

Perjalanan ini menjadi pengingat sederhana bahwa dalam setiap perjuangan organisasi, selain dibutuhkan niat baik dan kerja sama, kadang juga diperlukan kemampuan membaca petunjuk jalan—terutama memastikan Google sedang waras atau tidak.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post