Maskurdi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Turba PC SNNU Pamekasan Sarasehan Santai, Gagasan Berlayar, Organisasi Makin Berkibar
NU MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN

Turba PC SNNU Pamekasan Sarasehan Santai, Gagasan Berlayar, Organisasi Makin Berkibar

Galis, 3 Juli 2026 – Kantor MWCNU Galis pagi itu tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para nelayan Nahdliyin, tetapi juga menjadi "pelabuhan" bertemunya ide, pengalaman, dan semangat organisasi. PAC Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Galis menggelar Sarasehan Serikat Nelayan NU Galis mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Kesejahteraan Masyarakat Nelayan serta Sinergi Ekonomi Biru."

Hadir memenuhi undangan tersebut, Ketua PC SNNU Pamekasan Maskurdi didampingi Koordinator Bidang Budidaya Samsul Arifin. Kehadiran keduanya tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi sekaligus menjadi momentum Turun ke Bawah (Turba) untuk memberikan penguatan kelembagaan kepada PAC SNNU Galis.

Sebagaimana tradisi kegiatan Nahdlatul Ulama, acara berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu kebangsaan dan mars organisasi, sambutan-sambutan, hingga memasuki sesi yang paling dinanti: diskusi interaktif.

Berbeda dengan seminar yang kadang membuat peserta sibuk menghitung jumlah kipas angin di ruangan, diskusi kali ini justru berlangsung hidup. Suasananya santai, penuh canda, tetapi isi pembahasannya tetap berbobot. Sesekali gelak tawa pecah ketika pengalaman-pengalaman lapangan diceritakan dengan gaya khas masyarakat pesisir yang lugas dan apa adanya. Namun di balik candaan itu, tersimpan banyak pelajaran tentang bagaimana organisasi nelayan harus tumbuh, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC SNNU Pamekasan menegaskan bahwa Turba bukanlah agenda mencari kekurangan PAC, melainkan bentuk ikhtiar untuk saling belajar dan saling menguatkan.

Beliau menyampaikan bahwa PAC SNNU Galis memiliki modal sosial yang sangat baik karena berada di wilayah pesisir dengan potensi kelautan yang melimpah. Potensi tersebut harus dikelola melalui organisasi yang aktif, solid, dan memiliki program kerja yang terukur sehingga keberadaan SNNU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat nelayan.

Maskurdi juga memberikan motivasi agar PAC SNNU Galis terus bergerak dan tidak ragu menjadi pelopor di Kabupaten Pamekasan. Bahkan beliau berharap PAC Galis dapat menjadi contoh bagi lima PAC SNNU lainnya dalam membangun organisasi yang produktif, inovatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Diskusi kemudian berkembang pada pertanyaan sederhana namun sangat penting: "Program apa yang bisa langsung ditiru oleh PAC Galis?"

Menjawab pertanyaan tersebut, PC SNNU Pamekasan membagikan pengalaman selama mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi nelayan. Dua di antaranya yang mendapat perhatian besar peserta adalah budidaya kerang hijau dan budidaya ikan bandeng.

Kedua program tersebut dijelaskan bukan hanya dari sisi teknis budidaya, tetapi juga dari aspek pemberdayaan masyarakat, pembentukan kelompok usaha, penguatan kelembagaan, hingga peluang pemasaran hasil produksi. Penjelasan itu menunjukkan bahwa ekonomi biru bukan sekadar istilah yang terdengar keren di seminar, melainkan konsep pembangunan yang dapat diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya laut secara produktif, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat.

Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan. Mulai dari teknik budidaya, strategi mengajak masyarakat bergabung dalam organisasi, hingga cara mempertahankan semangat pengurus ketika menghadapi berbagai tantangan. Semua dibahas secara terbuka dalam suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas forum-forum Nahdliyin.

Yang menarik, tidak ada peserta yang bertanya, "Pak Ketua, kapan makan siangnya?" Mungkin karena diskusinya sudah cukup mengenyangkan pikiran. Atau mungkin para nelayan memang lebih lapar akan ilmu dibandingkan sekadar hidangan konsumsi.

Turba ini menjadi bukti bahwa organisasi tidak cukup hanya memiliki papan nama dan stempel. Organisasi harus hadir sebagai ruang belajar, ruang berbagi pengalaman, dan ruang melahirkan solusi atas persoalan masyarakat. Ketika komunikasi antar-PAC dan PC berjalan dengan baik, maka pertukaran gagasan akan semakin cepat, inovasi semakin berkembang, dan pelayanan kepada warga nelayan pun akan semakin optimal.

Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati pentingnya memperkuat sinergi antara PC dan PAC dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui berbagai program yang realistis dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi inilah yang diharapkan menjadi energi baru bagi perkembangan SNNU di Kabupaten Pamekasan.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah seorang pengurus MWCNU Galis. Dalam keheningan doa itu terselip harapan agar laut tetap memberikan keberkahan, nelayan semakin sejahtera, dan organisasi terus istiqamah mengabdi kepada umat.

Sebab bagi keluarga besar SNNU, ombak boleh tinggi, angin boleh kencang, tetapi semangat berkhidmat tidak boleh ikut tenggelam. Dan jika organisasi terus bergerak bersama, insyaallah kesejahteraan masyarakat pesisir bukan lagi sekadar tema sarasehan, melainkan kenyataan yang dapat dinikmati bersama.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post