Istighazah dan Tahlil Jumat Legi, Menumbuhkan Tradisi Religius di SDN Potoan Daya 2
SDN Potoan Daya 2, 7 Agustus 2026 — Pagi yang teduh di halaman SDN Potoan Daya 2 terasa berbeda. Sejak pagi, seluruh guru dan siswa berkumpul bersama di halaman sekolah untuk mengikuti kegiatan kerohanian rutin berupa istighazah dan tahlil setiap Jumat Manis atau Jumat Legi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu tradisi keagamaan yang telah berlangsung secara konsisten di SDN Potoan Daya 2 selama kurang lebih lima tahun. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai religius dan membiasakan peserta didik untuk dekat dengan doa, Al-Qur'an, dan tradisi keagamaan sejak usia dini.
Acara diawali dengan tawassul yang dipimpin oleh salah seorang guru. Dengan suasana yang khidmat, guru dan seluruh siswa mengikuti rangkaian pembacaan doa bersama.
Selanjutnya, pembacaan Surah Yasin dipimpin oleh siswa. Anak-anak kelas tinggi yang sudah banyak menghafal Surah Yasin tampak lebih santai. Mereka tinggal mengikuti bacaan pemimpin Yasin karena sebagian besar sudah tidak asing lagi dengan ayat-ayat yang dibaca.
Sementara itu, pemandangan menarik terlihat dari siswa-siswa kelas rendah, terutama anak-anak kelas 1 yang masih tergolong baru mengikuti tradisi tersebut. Mereka tampak memegang kitab kecil yang berisi Surah Yasin. Bibir mereka ikut bergerak mengikuti bacaan, meskipun mungkin belum semuanya mengetahui secara pasti apa yang sedang dibaca.
Tidak masalah.
Yang penting ikut dulu.
Sebab, dari kebiasaan kecil itulah proses belajar dimulai. Hari ini mungkin mereka hanya mengikuti gerakan bibir kakak kelas dan gurunya. Besok mereka mulai mengenal huruf dan bacaan. Lusa mungkin sudah mampu membaca sendiri. Dan suatu saat nanti, bukan tidak mungkin mereka menjadi anak-anak yang mampu memimpin bacaan Yasin sebagaimana kakak-kakaknya hari ini.
Setelah pembacaan Yasin selesai, kegiatan dilanjutkan dengan istighazah yang dipimpin oleh guru. Seluruh warga sekolah kembali mengikuti dengan khusyuk. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh guru.
Bagi sekolah, kegiatan seperti ini memiliki makna yang cukup dalam. Pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik, membentuk karakter, dan menanamkan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Lima tahun bukan waktu yang singkat. Konsistensi melaksanakan istighazah dan tahlil setiap Jumat Legi menunjukkan bahwa tradisi religius tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan warga SDN Potoan Daya 2.
Semoga setiap bacaan yang dilantunkan, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap langkah anak-anak menuju halaman sekolah untuk mengikuti kegiatan ini menjadi amal yang berpahala dan penuh keberkahan.
Semoga tradisi baik ini terus terjaga, tumbuh, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dari halaman sederhana SDN Potoan Daya 2, kita belajar bahwa membangun karakter bisa dimulai dari kebiasaan sederhana: berkumpul, membaca, berdoa, dan membiasakan anak-anak mencintai kebaikan.
Semoga berkah. Semoga istiqamah.
Maju terus, SDN Potoan Daya 2!
Belajar, berjuang, bertakwa.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
